KUDUS, Joglo Jateng – Klub pencak silat Bangau Ruyung Kudus mengirimkan puluhan atlet untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Pencak Silat di Purbalingga yang berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) dan Minggu (2/8/2026).
Keikutsertaan dalam ajang tersebut tidak hanya memburu prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pematangan atlet menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026.
Pelatih Bangau Ruyung Kudus, Mas’ud mengatakan, sebanyak 58 atlet diterjunkan pada kejuaraan tersebut. Para pesilat akan tampil di dua nomor yang dipertandingkan, yakni kategori seni dan kategori tanding.
Menurutnya, atlet yang diberangkatkan berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini yang masih duduk di bangku sekolah dasar hingga pelajar tingkat SMP dan SMA.
Dengan komposisi tersebut, kejuaraan nasional menjadi wadah untuk mengukur kemampuan atlet di setiap jenjang pembinaan.
“Sebanyak 58 atlet kami berangkatkan. Mereka mengikuti kategori seni dan tanding dengan kelompok usia mulai dari usia dini, SMP, hingga SMA,” ujarnya.
Mas’ud menegaskan, target yang dibawa tim Bangau Ruyung Kudus tidak sekadar meraih medali, melainkan berupaya menjadi juara umum. Optimisme tersebut didukung oleh program latihan yang telah berjalan secara berkesinambungan sepanjang tahun.
Ia menjelaskan, para atlet menjalani latihan rutin sebanyak lima kali dalam sepekan. Program tersebut tetap berlangsung meski tidak ada agenda pertandingan, sehingga kondisi fisik, teknik, maupun mental atlet tetap terjaga.
“Latihan kami berjalan terus, dalam satu minggu ada lima kali latihan. Ada atau tidak ada kejuaraan, persiapan tetap dilakukan agar atlet selalu siap bertanding,” katanya.
Selain mengejar hasil terbaik, kejuaraan di Purbalingga juga dipandang sebagai ajang uji coba sebelum menghadapi Popda Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 1–6 September 2026 di Semarang.
Melalui pertandingan tersebut, pelatih dapat mengevaluasi perkembangan kemampuan atlet sekaligus memetakan aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Mas’ud menilai pengalaman bertanding memiliki peran penting dalam membangun mental atlet.
Karena itu, ia berpesan agar seluruh peserta mampu tampil percaya diri sekaligus menjadikan setiap pertandingan sebagai proses belajar.
“Yang paling penting adalah melatih mental dan menambah pengalaman bertanding. Dari situ kami bisa melihat perkembangan setiap atlet untuk bahan evaluasi ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, para atlet tidak hanya membawa nama klub Bangau Ruyung, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Kudus. Menurutnya, pembinaan atlet usia dini membutuhkan kesabaran dan perhatian khusus karena karakter setiap anak berbeda.
“Namun, melalui proses latihan yang konsisten, kami optimistis para atlet mampu berkembang dan memberikan hasil terbaik bagi klub maupun daerah,” pungkasnya. (adm/fat/rds)










