Kudus  

Tekan Angka Stunting, Pemkab Kudus Gencarkan Kampanye Gemar Makan Ikan

TERANGKAN: Masyarakat, kader PKK, dan keluarga balita menjadi sasaran edukasi pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang anak. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endah Sam’ani menyampaikan, konsumsi ikan menjadi salah satu strategi dalam percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, ikan perlu diperkenalkan sejak masa pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dengan pengolahan yang disesuaikan usia anak.

Ia menjelaskan, Kabupaten Kudus telah memiliki Kedai Balita di berbagai wilayah yang membantu orang tua memperoleh contoh menu bergizi sesuai tahapan usia balita.

Melalui layanan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemberian makanan yang tepat bagi anak.

“Protein tidak hanya berasal dari telur atau ayam. Ikan juga harus menjadi bagian dari menu harian balita karena kandungan gizinya sangat baik untuk pertumbuhan,” katanya.

Endah mengungkapkan, angka stunting di Kabupaten Kudus telah mengalami penurunan hingga mencapai 3,7 persen.

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TP PKK, dinas terkait, sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat kasus stunting di wilayah Kecamatan Kota sehingga diperlukan perhatian khusus.

TP PKK bersama pemerintah kecamatan dan desa akan terus memperkuat edukasi gizi, pelayanan Posyandu, serta pemantauan tumbuh kembang balita agar angka stunting terus menurun.

Endah juga mengajak para orang tua aktif memanfaatkan layanan Posyandu dan tidak ragu mencari referensi pengolahan makanan bergizi melalui berbagai media digital.

“Dengan pembiasaan makan ikan sejak dini serta dukungan seluruh elemen masyarakat, saya optimistis Kabupaten Kudus dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” pungkasnya. (adm/fat/rds)