KUDUS, Joglo Jateng – Demi bisa tampil di Liga 3 Jawa Tengah, Suporter Macan Muria (SMM) turun tangan nahkodai Persiku Kudus. Hal ini lantaran, manajer sebelumnya Achmad Faisal telah diberhentikan sejak 15 September 2023. Dia digantikan oleh Ketua SMM Mochammad Ilham Akbar yang resmi menjabat Manajer Persiku untuk periode 2023-2024.
Ilham Akbar mengatakan, pertimbangan SMM mengambil alih tim lantaran pihaknya memiliki keinginan agar Persiku terhindar dari jeratan utang. Serta, tak ingin ada korban selanjutnya yang mengalami hal tersebut. Mengingat, setiap tahun di Liga 3 Jateng untuk regulasi atau peraturan berubah-ubah.
“Yang kami takutkan itu jika Persiku tidak ikut Liga 3, dan bisa kena sanksi atau turun level. Hal itu berkaca di Liga 3 Jabar. Bila Liga 3 Jateng tiap tahun peserta naik terus, suatu saat bisa juga dibuat seperti peraturan di Liga Italia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, jika di Liga Italia ada Seria A, Serie B, dan Seri C, yang setiap klub lemah turun terdegradasi, maka Ilham khawatir jika Persiku Kudus akan turun level jika tak segera di ambil kendali. Sementara itu, untuk dirinya diangkat menjadi manajer tim Macan Muria sejak Sabtu (7/10) yang lalu.
“Intinya kami bergerak atas dasar Persiku Kudus harus eksis bermain di Liga 3 Jateng. Bagaimana pun kita bergerak bersama anak-anak SMM meskin dengan dana Rp 0,” tandasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya akan menarik iuran peranggota dan melakukan donasi. Rencananya, ia akan menarik iuran sebesar Rp 100 ribu perlaga. Namun, Ilham mencari seseorang yang memiliki komitmen kuat untuk membantu di setiap laganya.
“Cuman kita cari orang komitmen yang ingin membantu bayar iuran tiap laganya. Artinya cari perlaga biar tahu pengeluaran berapa. Untuk tarikan rencana, kami memohon Rp 100 ribu perlaga. Itu dapat tiket komplentari, tiket masuk,” katanya.
Saat ini, kata dia, pihaknya juga sedang melakukan penyelesaian proposal dahulu untuk membentuk struktural anggota dan manajerial. Hal itu dilakukan agar ada langkah-langkah taktis yang tepat untuk kedepannya.
“Harapan kami ketika dikelola oleh suporter Persiku sendiri, pastinya ingin membuktikan jika tanpa APBD klub tersebut masih bisa jalan,” pungkasnya. (cr12/fat)










