JEPARA, Joglo Jateng – Pimpinan Cabang (PC) Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Jepara sampaikan risiko masyarakat jauh dari ulama. Sedikitnya ada tiga, yang terakhir suul khatimah.
Hal itu, disampaikan anggota divisi wawasan ahlussunah waljamaah (aswaja), Gus Muhammad sewaktu Rihlah ke-14 PC MDS Rijalul Ansor Jepara di Masjid Al-Istibhal Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan.
Pihaknya menyitir dari Kitab Nashaihul Ibad karangan Syeikh Nawawi Albantani, risiko jauh dari kyai, ulama, gus dan habib, yang pertama Allah SWT akan mengangkat keberkahan dalam rizqinya.
Seorang tersebut, ia menjelaskan, bakal merasa kurang dalam perolehan rizqi. Berapapun yang dihasilkan dari bekerja, entah sebagai pedagang, karyawan atau apapun, jerih payahnya tidak terasa di kehidupan.
Kedua, risiko jauh dari kyai berikutnya adalah Allah SWT akan memberikan pemimpin yang dholim. Menurutnya, ketika seorang atau suatu masyarakat enggan dekat dengan kyai, pemimpin dholim akan berdatangan.
Ketiga, berakhir dengan mati secara suul khatimah. Imam Nawawi dalam kitabnya memperingatkan bagi masyarakat yang jauh dari kyai. Ancamannya, berupa kematian yang berakhir dengan hal-hal keburukan.
Bagi Gus Muhammad, hal itu make sense karena hanya para ulama, kyai, habib dan gus yang mengajarkan sholat, cara merawat anak, langkah bersikap dalam bertetangga, dan masih banyak lagi.
“Semoga kita terhindar dari hal-hal keburukan. Mari kita belajar lebih giat lagi bersama para masyayeikh, supaya dikaruniai hidup, rizqi, dan umur yang barokah dunia serta akhirat,” papar Gus Muhammad kepada Joglo Jateng, Rabu (25/10/23).
Adapun, agenda yang bertemakan ‘Investasi Santri untuk Negeri’ sedikitnya dihadiri 70 orang dari berbagai elemen. Pada kesempatan itu, hadir juga Ketua PC MDS Rijalul Ansor Jepara Gus Abdullah Badri, Ketua PAC Ansor Tahunan, Irham Andi Yahya. (cr2/fat)










