469 Kasus Kebakaran Terjadi di Semarang, Paling Banyak di Rumput Ilalang dan Sampah Kering

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mencatat sebanyak 469 kasus kebakaran terjadi pada Januari hingga November 2023. Dengan rincian 299 kasus kasus berasal dari rumput ilalang dan sampah kering, 58 pada bangunan perumahan. Kemudian 54 kasus di bangunan campuran, 3 kasus bangunan umum, 19 kasus bangunan industri, 9 kasus pada kendaraan, dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Damkar Kota Semarang, Nurkholis mengatakan bahwa jumlah kasus kebakaran mulai memuncak pada September dan Oktober 2023. Ia mengaku bersyukur lantaran pada November kemarin kasusnya menurun drastis.

“Tercatat tertinggi bulan Oktober. Nah bulan November ini sudah turun drastis Alhamdulillah,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, Kamis (7/12/23).

Lebih lanjut, ia menerangkan, kasus kebakaran sering kali terjadi di sejumlah titik wilayah. Antara lain Kecamatan Semarang Barat, Genuk, Gunungpati, dan Tembalang.

Mengantisipasi kejadian kebakaran tidak terulang kembali, dirinya mengimbau agar para warga memiliki alat pemadam kebakaran ringan (APAR). Hal tersebut diperlukan agar anggota keluarga dapat mengatasi kejadian itu secara mandiri.

“Jika api terlalu besar bisa segera hubungi kami. Tidak hanya di rumah tangga tapi juga setiap bangunan komersial,” pesannya.

Nurkholis mengungkapkan, pihaknya juga sering kali mengadakan pelatihan untuk penanganan kebakaran baik di instansi pemerintah maupun lembaga swasta. Sehingga jika terjadi kebakaran lagi masyarakat bisa sigap lebih awal menangani secara langsung.

“Harapan kami di masing-masing kelurahan dibentuk relawan dan saat ini sudah ada 105 orang (yang ikut serta menjadi relawan, Red.). Nanti di 2024 dianggarkan untuk pelatihan anggota relawan se-Kota Semarang,” jelasnya.

Damkar, kata dia, juga menangani kasus non kebakaran. Di antaranya pembersihan tumpahan minyak di jalan; evakuasi binatang seperti ular, biawak, dan tawon; serta pelepasan cincin di jari. (cr7/mg4)