POHON Natal di halaman Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) Juwana, Kabupaten Pati ini nampak berbeda dengan lainnya. Pohon natal ini dibuat dengan memanfaatkan bambu bekas.
Pohon Natal setinggi tujuh meter itu merupakan buah karya jemaat gereja bernama Kusmanto. Pria berumur 60 tahun ini memadukan kesederhanaan potongan bambu dengan lampu hias sehingga nampak terkesan meriah.
“Tetapi ini belum sepenuhnya selesai. Karena masih harus dipasang ornamen dari tampah. Ini saja baru sekitar satu minggu ini sudah jadi kerangkanya,” kata dia, belum lama ini.
Ia mengaku memiliki ide membuat pohon Natal dari bambu datang begitu saja. Karena di sekitar GITJ Juwana banyak sekali bambu bekas yang terbengkalai.
“Awalnya merasa prihatin bambu bekas pembangunan. Ketimbang enggak ke pakai akhirnya diubah menjadi pohon natal untuk menyambut kelahiran Yesus,” tuturnya.
Terkait proses pembuatan pohon natal, Kusmanto mengaku tidak begitu rumit. Dirinya hanya perlu memotong bambu menjadi 45 bagian dan menyusunnya menjulang ke atas. Kemudian potongan bambu berbentuk bintang di atas pohon sebagai sentuhan akhir.
Sebanyak tujuh bambu ia habiskan untuk membuat pohon natal. Bambu itu digunakan untuk kerangka bagian dalam hingga bagian luar pohon.
“Selain saya maknai kesederhanaan, penggunaan bambu bekas bertujuan agar tidak mengeluarkan dana sama sekali,” pungkasnya.
Sementara itu, Pendeta GITJ Juwana Ponco Hadi Prasetyo mengatakan, kehadiran pohon natal dari bambu merupakan yang pertama di lingkungan gerejanya. Mengingat, Natal sebelumnya hanya menggunakan pohon Natal dari plastik.
“Daripada dibuang lebih baik dimanfaatkan ulang. Apalagi pohon natal setinggi ini juga merupakan yang pertama di gereja kami,” sambungnya. (lut/mg4)










