SEMARANG, Joglo Jateng – Menjelang libur Hari Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang memprediksi tingkat kunjungan wisatawan akan naik sekitar 13 persen. Baik dari kunjungan melalui jalur tol, jalan raya, maupun rel kereta api.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan mengungkapkan, titik rawan kemacetan pada tahun lalu di antaranya Kota Lama, Pantai Marina. Kemudian area perhotelan, pusat oleh-oleh, serta jalan arah Gombel.
Dishub, kata dia, telah melakukan pemetaan di berbagai lokasi untuk mengantisipasi hambatan arus lalu lintas. Selain itu juga melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dari pemerintah pusat terkait panduan tindakan yang dilakukan selama libur Nataru.
“Selain itu juga sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Jadi kalau dari kami sudah mulai penjadwalan untuk pengamanan rute. Kemudian pengamanan lokasi-lokasi. Terus kita juga sudah melaksanakan rem check, pemeriksaan kendaraan-kendaraan bermotor yang untuk angkutan natal dan tahun baru, bus-bus wisata, kemudian bus-bus angkutan umum di terminal,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.
Ia menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kesehatan para pengemudi. Mereka dipastikan harus dalam kondisi sehat, bebas dari penggunaan obat-obatan, dan sebagainya.
Danang menambahkan, berdasarkan kebijakan dari Kakorlantas Polri, Dishub Kota Semarang mendapat ploting pengamanan di Tol Kalikangkung dan Banyumanik. Pihaknya akan menerapkan kebijakan lalu lintas sesuai instruksi.
“Kita hanya mengikutinya saja. Baik nanti menggunakan sistem one way, contraflow, atau apapun. Kalau di tengah kota kita akan melihat kedepannya kita laksanakan rekayasa secara menyeluruh bisa aja, one way, atau pengalihan arus. Kita mengikuti arahan dari pusat,” jelasnya.
Dalam mengantisipasi kemacetan lalu lintas selama Libur Nataru, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak saat berkendara. Kemudian jika tidak ada keperluan yang mendesak, diusahakan agar tetap berada di rumah.
“Perayaan tahun baru tidak harus bergerak kan bisa di satu tempat misal di rumah saja. Jadi hal itu untuk mengurangi traffic light juga,” pungkasnya. (cr7/mg4)










