SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah menangani empat titik rawan tanah longsor di wilayah Kota Atlas. Antara lain di Kelurahan Lempongsari Kecamatan Gajahmungkur, Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari. Kemudian Kelurahan Tandang di Kecamatan Tembalang, dan Kecamatan Gunungpati.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, kewaspadaan terhadap bencana tanah longsor dimulai sejak awal mulai turunnya hujan lebat. Tepatnya pada Desember tahun lalu sampai sekarang. Adapun kerusakan materil yang telah diasesmen antara lain tanggul laut, pondasi rumah, dan rumah makan yang berada di wilayah Kelurahan Jomblang.
“Kerugian materil puluhan juta. Ada yang menimpa kendaraan juga akibat longsor. Tanah longsor disebabkan karena geografis tanahnya yang berada di lereng. Kemudian air yang turun terus menerus yang berefek pada pergerakan tanah,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, Senin (8/1/24).
Lebih lanjut, ia menerangkan, awal asesment saat kejadian berlangsung, pihaknya melakukan cek lapangan dan perhitungan pada kerugian materil. Setelah itu, BPBD mulai mengusulkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk uang kepada warga yang terdampak bencana.
“Bentuk uang untuk ganti rugi melalui transfer atau diserahkan langsung kepada penerima sesuai dengan ketentuan besar kecilnya bantuan,” jelasnya.
Dirinya mengimbau masyarakat untuk mulai meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem, dimana intensitas hujan lebat berada di kawasan perbukitan. Selain itu, dirinya meminta kepada unsur relawan atau masyarakat setempat untuk selalu berkoordinasi dengan pihak kelurahan maupun BPBD apabila ditemukan gejala keretakan tanah yang berpotensi tanah longsor.
“Masyarakat juga bisa melapor secara cepat melalui RT RW dengan menghubungi BPBD. Nanti kita akan melakukan langkah penanganan dengan koordinasi dengan instansi lainnya,” pungkasnya. (cr7/mg4)










