MELIHAT antusiasme siswa-siswi dalam bidang sastra, MAN Pemalang akan mengirimkan mereka ke ajang Festival Literasi Nasional 2024 yang diselenggarakan di Surakarta tahun ini. Total ada tiga siswa yang akan diikutsertakan untuk mewakili MAN pada lomba sastra tersebut, dimana mereka sebelumnya telah membuat karya tulis sastra berupa cerita pendek.
Kepala MAN Pemalang Ahmad Najid melalui Koordinator Pendamping Lomba Sri Purwaningsih menjelaskan bahwa lomba ini menjadi ajang nasional kesekian kali yang diikuti oleh siswanya. Sebagai salah satu guru pendamping, ia merasa sangat bangga karya sastra siswa dan guru MAN bisa terpilih menjadi salah satu dari ribuan karya untuk bersaing serta memperebutkan juara.
“Melihat antusiasme anak-anak yang besar untuk menulis cerita pendek, maka kita mencari ajang lomba yang cocok. Ketemulah Festival Literasi Nasional 2024 dengan penyelenggara Nyalanesia. Disitu kita kirimkan puluhan karya dan terpilih tiga orang karya siswa. Selanjutnya (mereka akan, Red.) bersaing bersama ribuan karya pelajar se-Indonesia,” ujarnya.
Nyalanesia sendiri merupajan startup pengembang program literasi sekolah terpadu yang memfasilitasi siswa dan guru untuk menerbitkan buku. Kemudian mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, serta akses pada program-program apresiasi.
Ketiga siswa yang menjadi wakil MAN Pemalang pada Festival Literasi Nasional 2024 yaitu Saqila Faradiaa Al Mumtaz, Alifah Afnani, dan Indira Anugrah Afiani. Mereka kini dianugerahi Duta Literasi oleh MAN Pemalang sebagai apresiasi untuk penyemangat serta motivasi siswa lainnya.
Sementara itu, Saqila yang kini duduk di kelas 12 mengaku sudah sejak lama tertarik di dunia literasi dan sastra. Dengan lomba ini, ia berharap bakat menulis sastranya bisa berkembang dam meraih juara. Dalam cerita yang ia kirimka, Saqila menulis tentang kisah cinta remaja yang diramu dengan drama sekolah dan keluarga.
“Kalau lomba dari awal kelas 10 sudah sering ikut. Tapi kebanyakan tentang mata pelajaran. Dan ini pertama kali lomba literasi sastra, ternyata asik juga menulis karena kita bisa berekspresi dan meluapkan emosi didalamnya,” ujarnya. (fan/adf)










