SEMARANG – Perluas pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah. Menggelar webinar bertajuk “Perluasan Akses Pendidikan Melalui Virtual” di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Senin (2/11).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Padmaningrum mengatakan, bahwa perluasan akses pendidikan memalui virtual tersebut merupakan pencapaian atas visi misi Gubernur Jawa Tengah yang berupaya untuk memperluas akses pendidikan. Serta, mengurangi potensi angka putus sekolah.
Selain itu, upaya pendidikan melalui virtual, juga merupakan implementasi kebijakan layanan pendidikan, yang berusaha memberikan keadilan. Agar semua anak mendapatkan hak pendidikan yang layak.
“Pendidikan melalui virtual ini adalah pendidikan yang akan fokus pada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, anak yang berpotensi putus sekolah, anak dengan keterbatasan waktu untuk bersekolah, juga soal keterbatasan geografis. Ini merupakan upaya dari Pemprov Jateng untuk memberikan layanan pendidikan tanpa sekat kepada seluruh warga Jawa Tengah. Sejauh ini baru dilakukan di SMAN 1 Kemusu, Kabupaten Boyolali, dan SMAN 3 Brebes” jelas Padma.
Sementara itu, Ketua BKOW Jateng, Nawal Nur Arafah Yasin menekankan, pentinganya perluasan akses pendidikan. Yang merujuk pada, banyaknya anak yang putus sekolah karena keterbatasan akses pendidikan. Menurutnya, perluasan akses pendidikan harus dilakukan agar potensi putus sekolah terus berkurang.
“Perluasan akses pendidikan ini penting dilakukan agar banyak orang yang bisa sekolah. Agar banyak orang yang tetap bisa bersekolah walaupun sudah bekerja, agar banyak orang yang tetap bisa sekolah walaupun sudah menikah. Ini juga dilakukan sebagai upaya pengurangan angka pernikahan dini. Karena perempuan itu rawan sekali dinikahkan di usia dini, sehingga sekolah dan pendidikannya jadi terbengkalai,” jelasnya. (cr2/yos)










