Kulon Progo, joglojateng.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo akan memprioritaskan pembangunan sektor pariwisata dan infrastruktur. Hal ini dilakukan dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.
“Berdasarkan pemetaan prioritas pembangunan, maka Pemkab Kulon Progo memprioritaskan pembangunan pariwisata dan infrastruktur. Dua sektor ini kami anggap akan menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo, selain sektor pertanian,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Astungkara, Senin (9/11).
Ia menjelaskan, sektor pariwisata yang akan dipusatkan di Pantai Glagah. Pembangunan pariwisata itu, tidak sekedar membangun, tapi bagaimana strategi wisatawan berdatangan di daerah setempat.
“Selain Pantai Glagah, kami juga akan mengembangkan Gua Kiskendo dan objek wisata lainnya. Ini menjadi prioritas jangka pendek dan jangka panjang,” imbuhnya.
Selanjutnya, ia mengatakan anggaran pembangunan infrastruktur dan pariwisata masing-masing berada di organisasi perangkat daerah (OPD). Namun demikian, APBD 2021 diproyeksikan sebesar Rp1,6 triliun atau mengalami penurunan dibanding 2020 sebesar Rp1,7 triliun.
Pemkab Kulon Progo akan berusaha menyelesaikan pembangunan Bedah Menoreh. Selain juga akan menyelesaikan pembangunan jalan tol dan kereta api di wilayah Kulon Progo.
“Harapannya infrastruktur akan menjadi daya dukung masuknya wisatawan dan investasi di sektor pariwisata,” katanya.
Upaya ini mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo Istana. Ia mengatakan, mengatakan saat ini, perkembangan destinasi wisata sangat pesat. Pada mulanya wisata yang hanya menikmati alam apa adanya seperti gunung, hutan, pantai, gua, air terjun. Kini mulai bergeser bergeser ke jenis-jenis wisata budaya, kuliner, pertanian, edukasi dan jenis-jenis wisata paket yang unik serta spesifik.
“Langkah ini patut diacungi jempol, karena berani memulai dengan kerja sinergi dengan OPD lain, masyarakat, pengusaha, UMKM dan pihak terkait,” katanya menambahkan.(ara/akh)










