Jepara  

Normalisasi Sungai SWD II Sebabkan Pengolahan Air tak Berjalan

MENGANTRE: Warga Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara tengah mengantre suplai air bersih, beberapa waktu lalu. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sudah sekitar lima tahun terakhir, warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara kesulitan untuk mengakses air bersih. Hal itu disebabkan air PDAM yang disalurkan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Jungporo tidak mengalir dengan lancar.

Hal ini berbuntut pada minim akses air ketika musim kemarau hingga musim hujan. Ditambah, warga setempat yang tidak memiliki sumur sendiri karena wilayahnya berada air payau.

“Daerah yang menjadi concern kami atau air nya tidak bisa mengalir dengan lancar itu ada Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung sama Desa Ujungpandang Kecamatan Welahan. Itu karena instalasi pengolahan air tidak beroperasi,” jelas Direktur Utama Perumda Tirta Jungporo, Sapto Budirianto saat ditemui dikantornya.

Sapto menyebut, air PDAM yang mengalir ke Desa Kedungmalang bersumber dari tempat penyimpanan cadangan air atau reservoir yang berada di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan. Suplai sumber air tersebut berasal dari tiga sumur milik Perumda Tirta Jungporo. Yaitu, di Kecamatan Welahan, Kecamatan Pecangaan, dan instalasi pengolahan air dekat Bendungan Sungai Bongpes.

Namun saat ini, instalasi pengolahan air itu sedang tidak berjalan. Karena Sungai Bongpes yang menjadi jalur dari sungai SWD II sedang dalam tahap normalisasi.

“Kita ketahui bahwa Sungai Bongpes kan saat ini sedang ada pengerjaan projek SWD II. Otomotis instalasi pengolahan air tidak berjalan karena tergantu. Mudah-mudahan di akhir tahun sudah bisa selesai, proses produksi air bisa berjalan maksimal. Jadi, suplai air juga lancar,” terangnya.

Kemudian, saat musim hujan, saat debit air sungai tinggi juga tidak bisa diolah karena airnya keruh. Di mana air keruh tidak bisa diolah oleh mesin instalasi air sehingga produksi juga menurun.

“Kalau musim hujan, airnya kan meluap, keruh, bercampur dengan lumpur. Kalau keruhnya tinggi, kita juga kesulitan menjernihkan air,” paparnya.

Adapun desa yang terdampak akibat projek normalisasi SWD II Sungai Bongpes diantaranya, Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Desa Ujungpandang, Kecamatan Welahan, Desa Tedunan Kecamatan Kedung, Desa Karangaji Kecamatan Kedung, Desa Gerdu Kecamatan Pecangaan.

Sapto mengakui, Desa Kedungmalang menjadi salah satu daerah yang membutuhkan penanganan khusus agar kebutuhan air di desa tersebut terpenuhi. Dengan itu, upaya yang dilakukan oleh PDAM Tirta Jungporo yaitu, dengan drooping air gratis bagi masyarakat yang mengalami kekeringan.

“Kami selalu drooping air ke setiap desa yang membutuhkan air akibat musim kemarau ini. Diantaranya, lima desa itu yang sering suplai air,” tutupnya. (cr4/fat)