Rencana Penutupan Jalan di Kota Semarang Ditunda

Kepala Dishub Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono
Kepala Dishub Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono. (HUMAS/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang telah mengumumkan pembatasan sejumlah ruas jalan di Kota Semarang. Belum genap satu hari, Dishub meralat pengumuman tersebut dan memutuskan penundaan pemberlakukan pembatasan ruas jalan.

Ada sekitar sepuluh ruas jalan yang rencananya akan ditutup oleh Dishub Semarang. Sepuluh ruas jalan tersebut yakni Jalan Pemuda, Kawasan Kota Lama, Jalan Pandanaran, Jalan Gajah Mada, Jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Dr Wahidin, Jalan Tanjung, Jalan Ngesrep Timur V dan Jalan Lamper Tengah.

Kepala Dishub, Endro Pudyo Martantono, membenarkan kabar tentang penundaan penutupan sejumlah ruas jalan tersebut. Ia menjelaskan, penundaan tersebut dilakukan karena adanya sejumlah saran dan masukan dari Satgas Penanganan Covid-19.

“Ya benar, penutupan itu kita tunda dulu. Kita dapat masukan dan saran dadakan jam 11 tadi dari tim satgas untuk menunda. Tentu banyak pertimbangan yang dilakukan,” kata Endro saat ditemui di kantornya, Kamis (10/12).

Ia mengaku belum bisa memastikan sampai kapan penundaan itu akan dilakukan. Menurutnya, kemungkinan paling logis penundan tersebut akan berlangsung sampai akhir tahun 2020.

“Kemungkinan sementara ditunda sampai akhir tahun. Tapi sambil melihat perkembangan kasus corona yang ada juga,” ujarnya.

Selain mendapat masukan dari tim satgas covid-19, Dishub juga mendapat masukan juga dari pihak penyelenggara Pilkada Kota Semarang. Endro menyampaikan bahwa alasan lain ditundanya pemberlakuan pembatasan itu demi kelancaran distribusi logistik pilkada

“Penundaan ini juga dilakukan salah satunya agar melancarkan distribusi logistik yang sempat dipakai KPU untuk coblosan kemarin,” terangnya. (cr2/gih)