Mengerikan! Mobil Rombongan TK Tertabrak Truk Besar, Terguling Dua Kali!

KONDISI: Sebuah minibus L300 rusak usai tertabrak oleh truk boks besar di Turunan Silayur Jalan Prof Hamka, Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan, Rabu (26/2/25). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANGJoglo Jateng – Pada Rabu (26/2) sekiranya pukul 08.00 WIB, terjadi kecelakaan lalu lintas, di mana sebuah mobil elf merek L300 yang berisikan rombongan TK Islami Aisyiyah Bustanul Athfal, Boja tertabrak truk boks besar hingga terguling. Kejadian tersebut berlokasi di Turunan Silayur Jalan Prof Hamka, Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan

Salah satu warga, Anto (50) mengatakan, saat itu dia mendengar ada suara benturan keras dan terlihat mobil L300 warna putih dari arah atas terguling dua kali hingga pindah lajur.

“Truknya nabrak elf isi anak-anak TK dan motor satu. Elf terguling dua kali sampai pindah jalur, kacanya pecah. Sopir diam saja mungkin syok, anak-anaknya saya gendongi ke pinggir,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, Rabu (26/2/25).

Setelah menabrak mobil rombongan TK, dari sopir truk putih besar bernopol B 9598 UXB terus melaju hingga dikejar warga dan berhenti sebelum jembatan tol. “Kayaknya nggak blong, dikejar warga berhenti kok di sebelum jembatan tol,” ujarnya.

Sementara itu, sopir truk, Suyitno (39) menyampaikan, saat itu ia hendak mengantar paket ke Surabaya. Dia merasa rem kaki tidak berfungsi kemudian menarik rem tangan.

Setelah itu, ia mengambil bagian tengah jalan namun menabrak L300 putih sebanyak dua kali dari belakang. Ketika mobil L300 itu melintang di jalan ternyata kembali dihantam truk hingga terguling.

“Sampai dekat pom bensin rem hilang. Reflek hand rem. Ambil tengah ada mobil motor menghindar, terus kena yang itu, pindah jalur,” ujarnya.

Ia mengaku, telah melakukan perjalanan karena sesuai instruksi kantor, meski dirinya melanggar aturan operasional yang sudah ditentukan. “Itu kebijakan kantor, saya cuma kerja. Saya ikut kantor apa yang diperintahkan,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Penertiban Dishub Kota Semarang Budi Fitriansyah mengatakan, ada dua kejadian dalam dua hari terakhir di lokasi tersebut. Mereka melakukan pelanggaran jam operasional yang sudah diterapkan di jalan yang cukup padat itu.

“Kejadian selama dua hari ini ya, itukan mereka melanggar semua. Artinya seharunya di jam yang tak boleh melintas dulu. Korban yang luka tiga anak-anak. Motor terinfo satu tapi luka kecil,” pungkasnya.

Disisi lain, Dokter Umum Jaga RS Permata Medika, Dr Lita menyebut dari 12 korban yang masih di UGD, 11 di antaranya menjalani rawat jalan yang terdiri dari sembilan siswa, satu guru, dan satu karyawan swalayan Goori yang kebetulan saat itu terkena pintu minibus yang terguling.

“Yang rawat jalan beberapa ada yang luka level memar dan satu (korban) luka robek di kepala,” ujarnya.

Sedangkan, kata dr Lita, satu anak lainnya harus dirawat inap karena kondisi kepalanya bengkak. “Meski dari CT scan normal tapi masih anaknya mual,” imbuhnya. (int/gih)