PURWOREJO, Joglo Jateng – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof Abdul Mu’ti menilai, saat ini banyak murid tidak paham dengan makna yang dipelajari. Hal itu disampaikanya dalam seminar bertemakan Pendidikan Deep Learning pada Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Abad 21, di Aula Universitas Muhammadiyah Purworejo, belum lama ini.
Dalam paparannya, Prof Abdul Mu’ti menyampaikan, peran pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran. “Saat ini banyak murid tidak paham dengan makna yang dipelajari,” katanya, belum lama ini.
Pembelajaran yang mendalam, menurutnya sangat penting untuk mengatasi Learning Loss. Seperti yang terjadi selama masa pandemi Covid-19. Di mana anak-anak belajar secara daring yang berdampak pada kehilangan makna yang diajarkan.
Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi mengatakan, perkembangan teknologi yang semakin tinggi saat ini menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan. Saat ini peran teknologi ada di semua lini kehidupan, tak terkecuali di pendidikan.
Hal ini merupakan tantangan besar dan apabila tidak dipersiapkan dengan baik, maka akan sangat mempengaruhi masa depan anak-anak. “Tidak pernah terbayangkan 15 tahun sebelumnya, anak-anak mengerjakan tugas tidak perlu ke perpustakaan. Tetapi melalui Chat GPT sekarang semua sudah ada jawabannya,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini hampir semua pekerjaan tergantikan oleh teknologi. Namun satu hal yang mungkin tidak tergantikan adalah tentang pendalaman akan pemahaman.
Dion menyampaikan, Pemkab dalam waktu dekat akan membuat skema terkait lokasi penempatan guru di Purworejo. Hal ini untuk mendukung program Kemendikdasmen dalam penyelenggaraan pendidikan di wilayah setempat.
“Kami saat ini sedang memetakan terkait penempatan guru yang jauh dari tempat mengajar. Seperti sekarang ada guru yang domisili di Desa Ngaran tapi tugas mengajarnya di Bruno. Secara produktivitas guru sudah sangat mempengaruhi,” pungkasnya.(mrn/sam)










