Peserta Didik TK Muslimat NU Alma Dikenalkan Cara Merawat Ternak

BERIKAN: Anak-anak dari TK Muslimat NU Alma sedang memberi makan kambing di peternakan Pahing farm, Senin (16/6). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 92 siswa dari TK Muslimat NU Alma, Desa Ploso, Kecamatan Jati, mengadakan outing class ke peternakan kambing Pahing Farm. Yang berlokasi di Desa Peganjangan, Kecamatan Bae. Kegiatan ini untuk mengenalkan secara langsung hewan ternak khususnya kambing dan domba kepada anak-anak usia dini. Dalam rangka pembelajaran tematik seputar hewan kurban.

Rombongan anak-anak yang berusia antara 2 hingga 6 tahun ini didampingi oleh guru. Mereka tiba di lokasi menggunakan kendaraan angkot dan langsung disambut oleh pemilik peternakan, H. Muhammad Ni’am.

Guru TK Muslimat NU Alma, Khusnul Khotimah menjelaskan, kegiatan ini adalah bagian dari program rutin sekolah yang setiap bulannya. Yakni mengadakan outing class sesuai dengan tema pembelajaran.

“Topik bulan ini tentang hewan kurban. Kalau dulu-dulu kan seringnya sapi. Jadi kita cari yang lain, yang biasa, yang kecil, yang bisa disentuh langsung sama anak-anak. Nah, kita pilihnya ke sini, ke kambing. Alhamdulillah ada dombanya juga, jadi ada plusnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini untuk memperkenalkan wujud nyata dari hewan-hewan yang sering digunakan untuk kurban. Menurutnya, pembelajaran di TK harus menunjukkan bentuk yang nyata.

“Jadi kita datangkan biar anak-anak itu tahu. Ini bentuk kandangnya seperti ini, makanannya seperti ini, rumahnya seperti ini. Jadi mereka itu bisa mengenal lebih langsung bagaimana kambing dan domba itu,” jelasnya.

Selain melihat langsung berbagai jenis kambing dan domba, anak-anak juga dikenalkan tentang cara merawat ternak. Mulai dari pemberian vitamin pagi hari, kebersihan kandang, hingga cara menjaga kesehatan hewan dari kutu atau penyakit lainnya.

Muhammad Ni’am, pemilik Pahing Farm mengatakan, ini adalah kali pertama ia menerima kunjungan dari sekolah dalam rangka edukasi anak-anak.”Baru pertama ini ada sekolah datang untuk edukasi. Biasanya ya jual beli saja. Tapi ini senang juga, karena anak-anak bisa belajar langsung tentang ternak,” jawabnya.

Ia menjelaskan, peternakannya saat ini memiliki sekitar 90 ekor kambing dan domba. Dengan jenis terbanyak Etawa Senduro, diikuti Etawa Kaligesing, dan domba lokal. Usaha ini dirintis sejak empat tahun lalu hanya dengan enam ekor kambing berusia enam bulan.

Perjalanan usaha pun tidak selalu mulus, bahkan pernah mengalami kegagalan. Selain sebagai pemasok hewan kurban, Pahing Farm juga memanfaatkan kotoran kambing sebagai pupuk organik yang sudah difermentasi dan diberi obat pengurai. Pupuk ini bisa digunakan untuk kebun sendiri atau dijual kembali.

“Kotoran itu bisa kita olah dulu, didiamkan, dicampur obat pengurai, baru diaplikasikan ke tanaman. Jadi tidak langsung digunakan karena harus diproses agar aman untuk tanaman,” jelasnya. (uma/fat)