Kudus  

Harta Karun Intelektual Nusantara Siap Diungkap, Perburuan Manuskrip Kuno Dimulai dari Kudus

‎‎REMBUKAN: Organisasi pegiat dan peneliti khazanah pesantren sedang berdiskusi membahas peluncuran program Jalantara, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

‎‎KUDUS, Joglo Jateng – Sebuah langkah besar untuk merawat warisan intelektual Islam di Nusantara akan dimulai dari Kudus. Pada 13 Juli 2025 mendatang, Nahdlatut Turots (NT) organisasi pegiat dan peneliti khazanah pesantren akan meluncurkan program nasional bertajuk Jelajah Turots Nusantara (Jalantara). Agenda ini diawali dengan seremoni di Masjid Menara Kudus.

‎‎Didorong langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, gerakan ini untuk menelusuri, merawat, dan mempublikasikan kembali, karya-karya para ulama Nusantara. Sebab, selama ini tersebar di berbagai penjuru tanah air.

‎‎Ketua NT, KH Ustman Hasan Al-Akhyari menegaskan, turots atau manuskrip keilmuan para ulama merupakan pondasi penting dalam membangun peradaban Islam ke depan. Gerakan ini bukan sekadar nostalgia, tapi bagian dari proyek peradaban Islam berbasis ilmu.

“PBNU berharap pelestarian turots ini menjangkau seluruh Indonesia, tidak hanya terbatas di Jawa-Madura,” jelasnya.

‎‎Jalantara akan diselenggarakan secara bertahap di lima zona. Diantaranya Jawa-Madura, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Kawasan Timur Indonesia. Kudus dipilih sebagai lokasi pembuka karena sejarah panjangnya sebagai pusat ilmu.