DALAM era transformasi pendidikan tinggi yang menuntut inovasi dan kolaborasi global, ITEKES Cendekia Utama Kudus menapaki babak baru dengan kepemimpinan perempuan inspiratif. Dr. apt. Annik Megawati, S.Far., M.Sc, telah resmi menjabat sebagai Rektor periode 2025–2029. Pelantikan yang diadakan pada 26 Agustus 2025 menandai langkah strategis institusi menuju pencapaian visi Teknologi Global dan Keunggulan Pendidikan Kesehatan.
Dr. Annik Megawati bukan sosok baru di dunia akademik. Ia merupakan dosen tetap Program Studi Sarjana Farmasi di ITEKES, dengan latar belakang pendidikan Doktor Ilmu Farmasi dari Universitas Gadjah Mada. Disertasinya yang berfokus pada Interaksi Thymoquinone dengan Warfarin: Kajian Terhadap Aspek Farmakokinetika dan Farmakodinamika menunjukkan kedalaman keahliannya di bidang farmakologi molekuler.
Sejak awal menempuh karier akademik pada 2010, Mega telah menapaki berbagai posisi strategis. Mulai dari dosen fungsional, Kepala Program Studi D3 dan S1 Farmasi hingga Sekretaris Jurusan Ilmu Kesehatan.
Selain kiprah akademik, Dr. Mega juga aktif dalam dunia profesi sebagai Apoteker Pengelola Apotek, anggota Ikatan Apoteker Indonesia PC Kudus. Kemudian, penulis buku, reviewer jurnal, dan narasumber berbagai kegiatan ilmiah. Bidang penelitian yang digelutinya mencakup farmakologi, toksikologi, dan farmakoterapi, dengan sejumlah publikasi di jurnal nasional maupun internasional.
Dalam wawancara khusus, Mega menegaskan bahwa visi kepemimpinannya adalah membawa ITEKES menjadi institusi yang unggul di skala global melalui inovasi riset, jejaring internasional, dan program-program penguatan kompetensi mahasiswa.
“Kami sudah menjalankan program internship ke Jepang, dan rencana selanjutnya termasuk kerja sama pendidikan dengan Cina. Target satu tahun ke depan, kami ingin memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas riset serta lulusan,” ujarnya.

Sebagai rektor perempuan, Mega juga melihat kepemimpinan sebagai wujud nyata emansipasi RA Kartini. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara peran perempuan sebagai ibu, istri, dan pekerja profesional.
“Manajemen waktu dan skala prioritas menjadi kunci agar pekerjaan dan keluarga berjalan dinamis. Dukungan keluarga sangat penting dalam menjalankan tugas sebagai rektor,” tuturnya.
Secara strategis, Mega mengajak seluruh sivitas akademika ITEKES untuk bersinergi dengan berbagai pihak. Mulai pemerintah, rumah sakit, sekolah menengah, industri hingga organisasi masyarakat agar pendidikan kesehatan menghasilkan tenaga profesional yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di level global.
“Kita bekerja selangkah demi selangkah, dengan komitmen dan kerja keras demi tercapainya visi ITEKES dan kontribusi nyata bagi bangsa,” tegasnya.
Ke depan, Mega menekankan penguatan inovasi relevan, transformasi pendidikan, jejaring global, dan peningkatan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Dengan semangat cerdas dan kolaboratif, ITEKES di bawah kepemimpinannya siap menjadi laboratorium pengembangan tenaga kesehatan berkualitas, mewujudkan salah satu dari 8 Asta Cita menuju Indonesia Emas.
Dr. Annik Megawati adalah bukti nyata bahwa perempuan dapat memimpin institusi pendidikan tinggi dengan dedikasi, visi, dan keberanian. Ia berdiri bukan sekadar sebagai rektor, tetapi sebagai simbol perjuangan mencerdaskan bangsa melalui pendidikan kesehatan sambil tetap menyeimbangkan peran keluarga dan profesionalisme. (iza/adf)










