KETUA Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah, Bambang Wuryanto angkat bicara soal kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah. Menurutnya, Nurdin dikenal sebagai orang yang santun dan religius. Ia mengaku tak menyangka jika sosok yang diusung partainya itu terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi.
“Sepengetahuan saya Gubernur Sulsel ini gubernur yang santun, religius, juga sering berikan ceramah. Menurut saya, feeling saya ini orang baik. Tetapi orang baik di dalam politik tidak cukup, kadang-kadang lupa,” kata Bambang usai memimpin Gowes Bareng Banteng Jateng di Panti Marhaen, Jalan Majapahit, Kota Semarang, kemarin.
Oleh sebab itu, pihaknya mengatakan bahwa kuncinya ada pada masing-masing individu kader partai. Menurutnya, memberikan pemahaman kepada orang atau pejabat pemerintah agar tidak korupsi itu merupakan pekerjaan yang sulit. Hal yang mungkin bisa dilakukan adalah terus mengingatkan kader untuk mengerem rasa rakus.
“Korupsi itu terjadi karena perilaku orang masing-masing. Sulit kalau tidak ada kesadaran diri sendiri. Kami tekankan kepada para kader yang saat ini memimpin daerah di Jateng untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam dirinya. Kalau melarang saja, tentu susah. Karena rasa rakus itu ada pada diri individu masing-masing,” tandasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ia tidak sepenuhnya menyalahkan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut. Ia berasumsi bisa jadi apa yang menimpa Nurdin itu merupakan tindakan oknum tertentu untuk menjatuhkannya dari kursi gubernur.
“Sebagai orang politik saya berprasangka, bisa jadi kekuasaannya diincar orang lain. Harus disadari, kadang-kadang alat penegakan hukum bisa dipakai untuk menjatuhkan orang lain, walau tidak semua begitu. Apalagi ini jabatannya gubernur. Saya tidak curiga, tapi namanya orang politik kan boleh berprasangka,” ujarnya.
Namun demikian, pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu menegaskan untuk tetap mengikuti proses hukum yang saat ini sedang berjalan. Ia menghimbau untuk mematuhi semua proses hukum dengan baik.
“Tapi kita semua harus tetap tegak lurus pada hukum, kalau dihukum ya dijalani baik-baik,” tegas pria yang juga merupakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan (PDIP) itu. (cr2/gih)










