PURWOREJO, Joglo Jateng – Sebanyak 16 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, memutuskan mengundurkan diri atau melakukan graduasi mandiri pada November 2025.
Keputusan tersebut diambil secara sukarela sebagai bentuk kesadaran dan kejujuran bahwa kondisi ekonomi keluarga mereka kini sudah jauh lebih baik. Durasi penerimaan bantuan pun bervariasi, ada yang baru dua tahun, namun ada pula yang telah menerima manfaat hingga 13 tahun lamanya.
Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas keputusan warganya tersebut. Menurutnya, langkah ini membuktikan bahwa program pemberdayaan di desanya berjalan efektif.
“Keputusan ini menjadi bukti tumbuhnya kesadaran, integritas, dan kemandirian warga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Graduasi mandiri adalah contoh bagus tentang kejujuran dan rasa tanggung jawab sosial. Bantuan negara harus diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Dwinanto, Kamis (4/12/2025).
Sukses Berwirausaha dan Anak Jadi TNI
Saat ini, warga yang melakukan graduasi mandiri diketahui telah memiliki sumber penghasilan mandiri yang stabil. Beberapa di antaranya sukses membuka usaha laundry dan usaha kuliner. Bahkan, ada KPM yang memilih mundur karena anaknya telah berhasil dilantik menjadi anggota TNI.
Dwinanto berharap langkah inspiratif ini dapat menjadi contoh bagi peserta PKH lainnya. Kesuksesan program sosial, menurutnya, tidak hanya diukur dari besarnya dana yang cair, tetapi dari banyaknya keluarga yang mampu bangkit dan mentas dari kemiskinan.
“Pemerintah Desa Krandegan berharap tren positif ini terus berlanjut, seiring meningkatnya ekonomi warga melalui program pemberdayaan yang telah dijalankan,” tuturnya.
Bergantian dengan yang Membutuhkan
Pendamping PKH Desa Krandegan, Hendrawan, turut memberikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa graduasi 16 KPM ini menunjukkan bahwa tujuan utama program untuk memandirikan warga telah tercapai.
Sementara itu, salah satu KPM yang melakukan graduasi, Rintih, mengaku terharu dan bangga bisa melepas status penerima bantuan. Setelah anaknya menjadi anggota TNI, ia merasa sudah saatnya memberikan kesempatan kepada warga lain.
“Selama beberapa tahun, bantuan PKH sangat membantu keluarga kami. Kini ekonomi kami sudah lebih stabil, jadi saya dan 15 teman lainnya memilih graduasi agar bisa bergantian dengan warga lain yang lebih membutuhkan,” ungkap Rintih. (mrn/iza)










