KENDAL, Joglo Jateng – Sungai Kendal yang membelah jantung Kota Kendal kembali meluap dan merendam permukiman warga, Minggu (14/12/2025) dini hari. Ironisnya, peristiwa ini terjadi meski baru sebulan lalu dilakukan upaya normalisasi di sungai tersebut. Kondisi ini kembali memunculkan kekhawatiran warga yang tinggal di bantaran sungai, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah hulu.
Hujan lebat yang turun sejak Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB hingga 23.00 WIB memicu peningkatan debit air secara drastis. Air sungai akhirnya meluap dan menggenangi kawasan permukiman hingga jalan protokol.
Kendala Normalisasi: Terhalang Bangunan Warga
Diketahui, normalisasi Sungai Kendal sebelumnya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal bekerja sama dengan Pusdataru Provinsi Jawa Tengah. Proyek ini menyasar sedimentasi yang selama bertahun-tahun membuat alur sungai dangkal.
Namun, pengerjaan belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Pengerukan baru terealisasi sepanjang kurang lebih satu kilometer, mulai dari selatan Jembatan Masjid Agung hingga wilayah Kelurahan Balok. Sementara itu, aliran sungai ke arah selatan Masjid Agung belum tersentuh normalisasi. Padatnya bangunan warga di sepanjang bantaran sungai menyulitkan alat berat untuk masuk ke lokasi pengerukan.
Kesaksian Warga dan Wilayah Terdampak
Mu’in, warga Kampung Warung Gede, Kelurahan Kebondalem, menuturkan bahwa air mulai merambat ke jalan raya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Tak hanya ruas jalan utama, air juga masuk ke gang-gang permukiman.
“Air naik pelan-pelan, lalu masuk ke gang dan rumah warga. Beberapa titik sempat sulit dilewati,” ujar Mu’in.
Data Pusdalops BPBD Kabupaten Kendal mencatat sedikitnya enam kelurahan di Kecamatan Kendal terdampak banjir kali ini. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Kebondalem, Langenharjo, Pegulon, Pekauman, Patukangan, serta sebagian Kelurahan Balok. Ketinggian genangan bervariasi antara 5 hingga 20 sentimeter.
Pantauan di lapangan pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, genangan air mulai berangsur surut seiring meredanya hujan. Meski demikian, warga tetap diminta waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. (ags/adf)










