KENDAL, Joglo Jateng – Musim tanam tembakau mulai berlangsung di Kabupaten Kendal. Sejumlah sentra pembibitan tembakau telah memasuki masa panen bibit untuk memenuhi kebutuhan petani yang akan menanam tembakau pada musim tanam 2026.
Salah satu lokasi pembibitan berada di Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh. Di kawasan tersebut, bedengan-bedengan bibit tembakau tampak menghijau dan mulai dipanen untuk memenuhi pesanan petani dari berbagai daerah.
Pembudidaya bibit tembakau varietas Mutiara Hitam Berkilau, Jumad (58), warga Desa Cepokomulyo, Kecamatan Gemuh, mengatakan usaha pembibitan yang dijalaninya telah berlangsung selama puluhan tahun.
Pada musim tanam tahun ini, ia menyewa lahan seluas 0,03 hektare atau sekitar 300 meter persegi dengan biaya Rp 7 juta per tahun yang berlaku mulai Maret 2026.
Selain biaya sewa lahan, ia juga mengeluarkan biaya operasional untuk berbagai kebutuhan pembibitan.
Kebutuhan tersebut meliputi pengolahan lahan, pembuatan bedengan, pembuatan sumur, pembelian benih unggul, pemasangan plastik penutup, pembuatan tudung semai dari bambu, hingga pengadaan pestisida.
“Biaya operasional sampai bibit siap dipanen sekitar Rp 7 juta,” kata Jumad, Kamis (18/6/2026).
Menurut Jumad, proses menghasilkan bibit tembakau membutuhkan perawatan sejak tahap persemaian.
Bedengan harus menggunakan tanah yang gembur dan benih yang ditanam harus berkualitas. Selain itu, pengairan dilakukan secara teratur serta pengendalian hama dan penyakit dilakukan sejak dini agar bibit tumbuh optimal.










