KUDUS, Joglo Jateng – Upaya mewujudkan kemandirian desa terus dilakukan oleh pemuda Desa Cranggang, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Salah satu terobosan menarik dilakukan dengan memanfaatkan aset tanah desa di sekitar lapangan sepak bola untuk budidaya kelengkeng. Uniknya, hasil panen tanaman ini diproyeksikan untuk membiayai operasional lapangan secara mandiri.
Inovasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton. Ia menilai langkah pemuda Desa Cranggang yang menyulap lahan parkir menjadi kebun produktif adalah contoh kreativitas yang solutif.
“Ini contoh nyata inovasi desa. Sekarang berhasil dan memberikan manfaat untuk biaya operasional lapangan,” ujar Wabup Bellinda saat meninjau lokasi, baru-baru ini.
Kemandirian Lewat Agribisnis
Pengelola Lapangan, Teguh Asmara menjelaskan, inisiatif ini lahir dari keinginan untuk tidak bergantung pada dana desa maupun pemerintah. Selama ini, perawatan lapangan sepenuhnya mengandalkan swadaya masyarakat.
“Lapangan ini selama ini pengelolaannya pakai uang swadaya. Tidak ada bantuan dari desa atau pemerintah. Memang dari awal pengennya mandiri. Kita cari usaha yang lain, dan ketemunya di kelengkeng ini. Tujuannya jelas, nanti kalau sudah besar dan panen, hasilnya kita pakai untuk biaya operasional lapangan,” jelas Teguh.
Penanaman dimulai sekitar bulan Juni lalu dengan total 76 pohon. Jenis yang dipilih adalah New Crystal yang dikombinasikan dengan teknik khusus pada batang bawahnya. Hasilnya cukup mengejutkan, dalam waktu enam bulan tanaman sudah mulai belajar berbuah.
“Jenisnya New Crystal, tapi dari kita ada rahasia tersendiri. Bagian bawahnya itu dari jenis kelengkeng lain. Alhamdulillah, sekitar enam bulan sudah mulai berbuah sejak bulan kemarin,” ungkapnya.










