KUDUS, Joglo Jateng – Suasana semarak penuh kreativitas mewarnai lingkungan SMP 3 Dawe, Kabupaten Kudus, selama empat hari berturut-turut, mulai Rabu (28/1/2026) hingga Sabtu (31/1/2026). Ratusan balon warna-warni diterbangkan sebagai penanda perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 sekolah tersebut.
Mengusung tema besar “Hamemetri Budaya, Hangukir Prestasi”, sekolah yang terletak di lereng Muria ini menegaskan komitmennya untuk melestarikan kearifan lokal sekaligus mencetak generasi berprestasi.
Angkat Potensi Kopi Muria
Kepala SMP 3 Dawe, Etik Dwi Aprili Yanti menjelaskan, tema budaya dipilih karena sekolah ingin mengangkat potensi lokal yang ada di sekitar siswa. Salah satu sorotan utama dalam perayaan ini adalah workshop kewirausahaan yang digelar pada Kamis (29/1/2026).
Usai prosesi tumpengan sebagai wujud syukur, para siswa diajak menyelami dunia kopi Muria. Tidak hanya diperkenalkan pada produk, mereka juga diajarkan cara mengolah biji kopi hingga melihat peluang usaha dari komoditas unggulan daerah tersebut.
“Dengan melestarikan budaya kita, anak-anak bisa menorehkan prestasi yang membanggakan. Potensi mereka besar, tinggal bagaimana kami mengolahnya agar jadi mutiara yang berkilau,” ujar Etik.
Latih Keberanian Bicara
Sebelumnya, pada hari pertama, Rabu (28/1/2026), sekolah menghadirkan praktisi komunikasi, Lisa Karlina, untuk memberikan pelatihan public speaking. Sesi ini bertujuan melatih mental dan keberanian siswa dalam berbicara di depan umum.
“Anak-anak antusias sekali karena ini pengalaman pertama. Siapa tahu nanti ada yang terinspirasi menjadi pengusaha,” tambah Etik.
Kemeriahan berlanjut pada Jumat (30/1/2026) dengan agenda jalan santai yang melibatkan seluruh warga sekolah. Acara ini bertabur doorprize dan hiburan, menciptakan momen kebersamaan yang hangat antara guru dan siswa.
Ajang Unjuk Bakat Siswa
Rangkaian HUT ke-28 ditutup pada Sabtu (31/1/2026) dengan berbagai kompetisi internal. Mulai dari lomba kebersihan kelas, solo song, pembuatan video kreatif, hingga lomba azan.
Menurut Etik, kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan strategi sekolah untuk memetakan bakat 152 siswa yang terbagi dalam enam kelas.
“HUT ke-28 bukan hanya perayaan, tetapi bagian dari strategi sekolah memaksimalkan potensi peserta didik, baik akademik maupun non-akademik. Anak-anak di sini punya potensi seni dan budaya yang besar,” tegasnya.
Etik juga membocorkan bahwa sekolah telah menyiapkan agenda lanjutan pada 14–15 April mendatang sebagai bagian dari program pengembangan siswa yang berkelanjutan.
“Kami ingin prestasi anak-anak tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga pada terobosan keterampilan dan budaya,” pungkasnya. (iza/fat)










