Pati  

Sering Bikin Pengendara Jatuh, Jalan Tlogowungu-Bapoh Akhirnya Dapat Jatah Perbaikan Tahun Ini

Kondisi Jalan Tlogowungu-Bapoh Pati yang mengalami kerusakan parah dan berlubang.
KONDISI: Jalan penghubung Tlogowungu-Bapoh Pati mengalami kerusakan parah, Minggu (15/2/26). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur di ruas Jalan Tlogowungu-Bapoh, Kabupaten Pati, akhirnya mendapat respons dari pemerintah daerah. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati memastikan perbaikan jalan penghubung antar-kecamatan tersebut akan segera direalisasikan pada tahun anggaran 2026 ini.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Tlogowungu dan Kecamatan Wedarijaksa ini memang cukup memprihatinkan. Banyak lubang menganga dengan diameter lebar yang memaksa pengendara harus melakukan manuver berbahaya demi menghindari kecelakaan.

Kepala Bidang Bina Marga pada DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan anggaran khusus untuk penanganan ruas jalan vital tersebut.

“Sudah dialokasikan sebesar Rp 1,95 miliar. Saat ini masih proses perencanaan. Perkiraan Maret selesai perencanaan, lalu dilanjutkan pemilihan penyedia dan pelaksanaan,” terang Hasto saat dikonfirmasi, baru-baru ini.

Target Pengerjaan April 2026

Hasto merinci, proyek fisik diperkirakan akan dimulai pada akhir Maret atau awal April 2026. Perbaikan tidak sekadar tambal sulam, melainkan peningkatan kualitas menggunakan metode pengaspalan hotmix dengan estimasi panjang penanganan mencapai 1,4 kilometer.

Kabar ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini was-was saat melintas. Sebelumnya, sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi jalan yang kerap memakan korban, terutama saat malam hari atau kondisi hujan.

Salah satu pengguna jalan, Riza mengaku trauma karena pernah hampir celaka di jalur tersebut. “Saya hampir terjatuh karena terperosok ke lubang jalan itu,” keluhnya.

Lubang Tertutup Genangan Air

Hal senada diungkapkan Putra, pengendara lain yang rutin melintasi jalur Tlogowungu-Bapoh. Menurutnya, bahaya semakin mengintai saat musim hujan karena lubang jalan tertutup genangan air, sehingga sulit terlihat oleh pengendara motor.

“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Sangat bahaya buat motor, apalagi penerangan jalan di sini juga minim,” ujarnya.

Warga berharap proses lelang dan pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa kendala, sehingga mobilitas ekonomi dan pendidikan di jalur tersebut dapat kembali normal sebelum adanya korban jiwa yang lebih fatal. (lut/fat/rds)