KENDAL, Joglo Jateng – Ribuan warga tumpah ruah memadati halaman Masjid Agung Kendal demi berebut empat gunungan hasil bumi dalam puncak tradisi Dugderan Kendal, Selasa (17/2/26). Tradisi tahunan sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini berlangsung meriah dengan iring-iringan Kirab Budaya yang mengelilingi pusat kota.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari secara resmi membuka acara dengan menabuh bedug masjid. Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa Grebeg Gunungan bukan sekadar tontonan, melainkan simbol semangat gotong royong dan rasa syukur masyarakat Kendal menyambut bulan puasa.
“Kegiatan ini merupakan simbol semangat kebersamaan. Lebih dari sekadar prosesi seremonial, Grebeg Gunungan mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para pendahulu, seperti berbagi dan menjaga harmoni sosial,” tutur Dyah Kartika.
Peserta Melonjak Drastis
Ketua Panitia Dugderan, Ahmad Mursyidi mengungkapkan, antusiasme masyarakat tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari jumlah partisipan kirab yang membludak.
“Kirab budaya tahun ini diikuti 24 kafilah dengan total 825 peserta. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 300 peserta,” terang Ahmad.
Sebelum kirab dimulai, panitia dan peserta terlebih dahulu melakukan ritual ziarah (nyekar) ke makam tokoh penyebar Islam di Kendal, yakni Wali Joko dan Wali Gembyang.










