Kendal  

TMMD Kendal: Padat Karya Desa Gedong Serap Tenaga Kerja Lokal, Bangun Jalan 1,1 Km

Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq meninjau lokasi TMMD padat karya di Desa Gedong Patean bersama jajaran TNI.
PAPARAN: Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq saat menghadiri tasyakuran TMMD padat karya di Desa Gedong Patean, Senin (16/2). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, tak hanya fokus pada perbaikan fisik. Kegiatan ini dinilai sukses menggerakkan ekonomi warga melalui skema padat karya yang menyerap tenaga kerja lokal dalam pembangunan infrastruktur desa.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi tersebut. Saat menghadiri tasyakuran TMMD Kendal di Desa Gedong pada Senin (16/2/26), Mahfud menegaskan bahwa pelibatan warga dalam proyek ini memberikan dampak ganda (multiplier effect).

“Melalui padat karya TMMD, warga tidak hanya terlibat aktif dalam pembangunan, tetapi juga memperoleh penghasilan. Ini sangat membantu ekonomi keluarga sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa,” ujar Mahfud.

Target Fisik Jalan Beton 1,1 Km

Komandan Kodim (Dandim) 0715/Kendal, Letkol Inf Bagus Setyawan memaparkan detail teknis pelaksanaan TMMD kali ini. Program yang berlangsung selama 30 hari, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026, menyasar pembangunan infrastruktur vital yang selama ini didambakan warga.

Spesifikasi sasaran fisik utama meliputi:

  • Jenis Bangunan: Jalan rabat beton.
  • Panjang: 1.100 meter.
  • Lebar: 3 meter.
  • Ketebalan: 12 sentimeter.

“Infrastruktur ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga,” jelas Letkol Inf Bagus.

Kolaborasi Berkelanjutan

Mahfud Sodiq menambahkan, DPRD Kendal berkomitmen mendorong perluasan pola kolaborasi seperti TMMD ke desa-desa lain yang membutuhkan percepatan pembangunan. Menurutnya, partisipasi aktif warga sejak awal perencanaan hingga pengerjaan menjadi kunci agar hasil pembangunan memiliki rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat sehingga lebih awet.

Acara tasyakuran yang dihadiri jajaran TNI, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat tersebut berlangsung hangat, mencerminkan kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi ruh utama program ini. (ags/gih/rds)