JEPARA, Joglo Jateng – Pemandangan unik dan sarat makna toleransi tersaji di pusat kota pada Rabu (25/2/26) sore. Ribuan warga tampak tumpah ruah memadati area Pendopo R.A. Kartini hingga kawasan Alun-alun 1 Jepara. Sembari menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit), mereka dengan antusias mengabadikan momen kemeriahan pertunjukan barongsai Jepara menggunakan gawai masing-masing.
Atraksi akrobatik yang memukau warga ini merupakan bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Festival Imlek Jepara 2026. Menariknya, perayaan kali ini mengukir sejarah baru karena untuk pertama kalinya digelar di ruang publik sentral dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.
Kemeriahan Arak-arakan dan Berburu Takjil
Tepat pukul 16.00 WIB, arak-arakan kesenian khas Tionghoa ini mulai bergerak membelah keramaian warga.
Rincian rute dan sajian atraksi sore itu meliputi:
- Titik Awal: Dimulai dari halaman Pendopo R.A. Kartini.
- Atraksi: Menampilkan dua unit barongsai dan satu naga liong.
- Titik Akhir: Melintasi Alun-alun 1 dan berakhir di Klenteng Hok Tek Tong Jepara.
Bagi warga, penempatan lokasi acara ini dinilai sangat strategis dan pas momennya. Tiara (27), warga Kelurahan Demaan, mengaku sengaja datang setelah melihat informasi di media sosial.
“Keren, bisa menghibur masyarakat di tengah kita umat Islam yang sedang ngabuburit dan nge-war takjil. Harapannya hiburan semacam ini bisa rutin dilaksanakan agar masyarakat antusias meramaikan Jepara,” ujar Tiara.
Wujud Nyata Toleransi Beragama di Bulan Suci
Beriringannya perayaan Imlek dan ibadah puasa ini memunculkan potret kerukunan yang hangat. Imam (37), warga Kelurahan Pengkol, memandang Festival Imlek Jepara 2026 di tengah bulan suci Ramadhan ini sebagai wujud nyata toleransi beragama yang sangat indah di Jawa Tengah.
Ketua Panitia Festival Imlek Jepara 2026, Ko Harun, membenarkan bahwa perayaan perdana di alun-alun ini adalah simbol keterbukaan. Ia mengapresiasi Pemkab Jepara yang membuka pintu lebar bagi semua umat beragama untuk merayakan hari besarnya.
“Ini baru pertama kali dilaksanakan di Pendopo dan di Alun-alun 1 Jepara. Ini sebagai wujud toleransi, dan semoga masyarakat turut terhibur menjelang waktu berbuka puasa,” papar Harun. (oka/gih/rds)










