PURWOREJO, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo terus mengebut perbaikan jalan untuk memastikan jalur mudik Purworejo aman dan nyaman dilintasi menjelang Lebaran 2026. Kesiapan infrastruktur jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten ini sangat vital demi menjamin kelancaran mobilitas ribuan pemudik yang masuk ke wilayah tersebut.
Asisten II Sekda Bidang Administrasi dan Umum, Budi Wibowo, memberikan tenggat waktu yang ketat terkait penyelesaian proyek fisik jalan. Ia memastikan seluruh jalur mudik, termasuk Jalan Magelang-Purworejo yang sebelumnya tertutup longsor, harus siap dilewati secara fungsional pada H-10 Lebaran.
Selain itu, Budi juga menginstruksikan agar seluruh alat berat di pinggir jalan segera disingkirkan sebelum lonjakan volume arus mudik terjadi.
“H-10 infrastruktur siap, H-7 kendaraan berat, slender dan lain-lain tidak boleh ada di pinggir jalan,” tegas Budi Wibowo, Senin (9/3/2026).
Mengingat curah hujan masih cukup tinggi dan berpotensi merusak aspal, Pemkab meminta partisipasi aktif masyarakat. Jika masih ditemukan jalan berlubang yang membahayakan, warga diminta segera melapor.
“Jika ada lubang yang belum diperbaiki, silakan hubungi atau laporkan ke penanggung jawab. Agar segera diperbaiki,” kata Budi.
Pemetaan Titik Macet dan Perlintasan Bahaya
Selain fokus pada kelayakan permukaan aspal, titik rawan macet juga menjadi fokus utama antisipasi Pemkab Purworejo. Budi menyoroti sejumlah lokasi langganan penumpukan kendaraan yang membutuhkan penanganan dan rekayasa segera.
“Waspadai kemacetan di depan Stasiun Kutoarjo, jalannya berbelok sempit dan kanan kiri banyak digunakan untuk parkir dan pedagang kaki lima. Lalu di Perempatan Pasar Kembang, banyak angkutan ngetem di sana sehingga menghabiskan ruas jalan, jika tidak diatur akan ada kemacetan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memberikan peringatan keras dan krusial terkait keberadaan dua perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang masih beroperasi di wilayah Kabupaten Purworejo.
Tingginya intensitas perjalanan kereta api tambahan dan padatnya volume kendaraan roda dua saat Lebaran membuat lokasi ini sangat rawan memicu kecelakaan maut.
“Palang pintu tanpa penjaga, harus dikomunikasikan dengan Pemdes setempat, agar menjaga palang pintu tanpa penjaga tersebut. Karena, menjelang Lebaran, intensitas perjalanan kereta dan lalu lalang kendaraan pasti meningkat,” papar Budi. (mrn/amd/rds)










