Pati  

Sambut Arus Mudik 2026, 35 Km Jalan Nasional Pati-Rembang Diperbaiki

pekerja sedang melakukan pengaspalan perbaikan jalan nasional di jalur Pantura Pati hingga Rembang.
Pantauan lokasi perbaikan jalan nasional yang mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Pati hingga Rembang, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Menjelang tibanya arus mudik Lebaran 2026, puluhan kilometer proyek perbaikan jalan nasional Pati-Rembang yang mengalami kerusakan mulai dikebut pengerjaannya. Langkah cepat pemeliharaan infrastruktur ini menjadi kunci vital dari pemerintah untuk menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas ribuan pemudik yang akan melintasi kawasan Pantai Utara (Pantura).

Proyek perbaikan jalan ini dieksekusi langsung oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Provinsi Jawa Tengah. Total ruas jalan yang ditangani mencapai panjang 35,06 kilometer.

PPK 3.2 Provinsi Jawa Tengah, Christianto Budi Raharjo, merinci sejumlah titik lokasi perbaikan strategis yang akan menjadi fokus utama penanganan timnya.

“Antara lain yang ditangani itu batas Kabupaten Kudus-Pati hingga Simpang Tiga Barat Lingkar Pati, Jalan Lingkar Pati, Simpang Tiga Timur Lingkar Pati – Batas Kota Rembang, Jalan Lingkar Juwana, serta Jalan Untung Suropati di Rembang,” jelas Christianto.

Metode Berlapis Tanpa Ganggu Lalu Lintas

Penanganan infrastruktur ini menerapkan berbagai metode teknis, mulai dari patching untuk menutup jalan berlubang, aplikasi campuran aspal panas (CAP), hingga penggunaan Cold Milling Machine (CMM) guna mengelupas perkerasan yang rusak sebelum dilakukan overlay atau lapis ulang. Selain pengaspalan, petugas juga rutin membersihkan rumput liar dan mengecat ulang pembatas jalan.

Seluruh tahapan perbaikan tersebut dilaksanakan secara bertahap demi meminimalisasi gangguan lalu lintas kendaraan angkutan barang maupun warga yang mulai padat jelang hari raya.

“Perbaikan jalan ini untuk memastikan kondisi jalan nasional tetap mantap dan aman dilalui masyarakat. Khususnya menjelang arus mudik Lebaran mulai dari pekerjaan efektif rekonstruksi dan rehabilitasi jalan hingga pekerjaan pemeliharaan rutin di wilayah kami, yakni mulai dari Kudus sampai Rembang atau Bulu hingga batas Jawa Timur,” terangnya.

Dirikan Posko Darurat untuk Pemudik

Selain memantau ketat agar seluruh lubang di jalan tertangani dengan baik, pihak penyelenggara juga memfasilitasi pengguna jalan dengan mendirikan sejumlah tempat peristirahatan di sepanjang rute.

“Selama arus mudik dan arus balik Lebaran ini kami juga mendirikan posko yang siaga lengkap dengan personel, peralatan dan material untuk menangani kondisi darurat di jalan,” pungkasnya. (lut/fat/rds)