PATI, Joglo Jateng – Limbah Pabrik Dua Putra Pati diduga menimbulkan bau busuk. Bau tak sedap ini pun dikeluhkan oleh warga sekitar pabrik pengolahan ikan tersebut.
Khususnya warga di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Lokasi desa tersebut tak jauh dari tempat pabrik yang berada di Jalan Raya Pati-Juwana itu.
Salah satu warga Karangrowo, Ahmad Faidzin mengaku terganggu dengan adanya bau tak sedap tersebut. Bahkan ia menyebut, akibat bau ini warga di desanya ada yang sampai muntah-muntah.
“Kami warga masyarakat Karangrowo di sekitar ada bau yang menyengat. Yaitu waktu sore bau sehingga masyarakat banyak yang mengeluh muntah-muntah dan mual-mual,” keluhnya.
Ia menyebut bau busuk ini sudah mengganggu warga sekitar sejak beberapa pekan terakhir ini. Tepatnya setelah pabrik yang berada di Jalan Raya Pati-Juwana itu mengalami kebakaran.
“Sumbernya pabrik yang terbakar, Dua Putra. Informasinya ada ikan di dalam yang dibersihkan,” katanya.
Dirinya dan warga lainnya pun berharap pihak terkait segera menindaklanjuti keluhan bau busuk ini. Pasalnya, jika tidak segera ditangani akan terus mengganggu aktivitas warga.
“Lalat hijau juga banyak sekali dan malam baunya busuk sekali sehingga mengganggu orang salat. Sejak pabrik terbakar sekitar dua minggu lalu, harapan dari warga dinas kebersihan membantu,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo tak membantah jika sumber bau tersebut berasal dari Pabrik Dua Putra. Namun, ia menjelaskan limbah itu kini tengah dibersihkan.
“Yang Dua Putra sudah mengevakuasi limbah ikan-ikannya yang masih tersisa. Memang nampaknya ada, tapi kita minta prosesnya dipercepat,” terangnya.
Ia menyebut limbah tersebut dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk kemudian dikubur di area tersebut.
“Rabu (1/7/2026) kita diminta bantuan surat resmi yang masuk ke kami, kemudian kami bantu untuk dikubur di TPA. Limbahnya ikan cepat jadi tanah lagi di area TPA, tidak seperti sampah tapi tanah biasa,” pungkasnya.
Wartawan Joglo Jateng telah mencoba menghubungi pihak PT Dua Putra Pati lewat pesan singkat maupun telepon WhatsApp. Namun hingga berita ini ditayangkan belum mendapatkan jawaban. (lut/fat/rds)










