Pati  

Angka Pengangguran di Kabupaten Pati Capai 29.000 Orang, Didominasi Laki-Laki

Kepala Disnaker Kabupaten Pati Bambang Agus Yunianto. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Jumlah pengangguran di Kabupaten Pati tergolong tinggi, yakni mencapai 29.000 orang. Tingginya angka pengangguran ini dinilai akibat minimnya kesempatan kerja.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati, Bambang Agus Yunianto. Ia menyebut, jika dipersentasekan, angka pengangguran tahun ini berada di angka 3,71 persen.

“Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Pati 3,71 persen. Setara 29.000,” katanya.

Bambang menyebut angka pengangguran ini didominasi oleh kaum laki-laki. Menurutnya, hal ini terjadi lantaran minimnya kesempatan kerja bagi laki-laki.

Pasalnya, sejauh ini perusahaan-perusahaan yang berdiri di Bumi Mina Tani lebih berminat mencari tenaga kerja perempuan.

“Di Pati karena selama ini perusahaan banyak yang menyerap perempuan. Sehingga yang laki-laki larinya ke luar negeri,” terangnya.

Dirinya menyadari bahwa perusahaan lokal di Kabupaten Pati saat ini biasa menyerap tenaga kerja perempuan. Bahkan, jumlah lowongan pekerjaannya mencapai ribuan.

“Lapangan kerja di Pati sampai akhir Mei menempatkan 6.500 tenaga kerja di perusahaan Pati seperti Sejin, Misaja Mitra dan lain sebagainya,” sebutnya.

Disnaker Kabupaten Pati pun berupaya agar angka pengangguran ini dapat ditekan. Salah satu caranya adalah dengan membuka peluang kerja di luar negeri.

Dengan peluang tersebut, persentase pengangguran ditargetkan turun pada tahun ini menjadi 3,5 persen.

“Saya harapkan 2026 ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kita di angka 3,5 persen ada penurunan. Ada sekitar 10.000 tenaga kerja yang diserap Jepang dan Korea,” jelasnya.

Selain itu, terdapat penyerapan tenaga kerja di sejumlah negara Eropa dan Australia meski dalam skala kecil.

“Kecil di Australia cuma 100 sampai 200, Jerman dan Polandia juga sama,” pungkasnya. (lut/fat/rds)