JAKARTA, Joglo Jateng – Komitmen PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dalam memajukan pendidikan vokasi terus berlanjut di tahun 2026. Hal ini kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan kunjungan industri siswa SMK Mutiara 17 Agustus Bekasi yang diselenggarakan akhir bulan lalu.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi pelaksanaan ketiga program Kurikulum Unggulan TBIG sepanjang tahun berjalan. Kegiatan ini menjadi implementasi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kejuruan di Indonesia.
Melalui kunjungan ini, TBIG memberikan transfer pengetahuan serta keterampilan teknis yang digunakan dalam industri infrastruktur telekomunikasi kepada para siswa.
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An menjelaskan bahwa, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa dan guru untuk mempelajari praktik serta teknologi terbaru. Sehingga, mereka lebih siap memasuki industri penyedia infrastruktur yang terus berkembang.
“Program ini dilaksanakan secara rutin dan terbuka bagi seluruh SMK yang ingin berpartisipasi. Hal ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing siswa vokasi agar memiliki peluang lebih besar di dunia profesional,” tutur Lie Si An, dalam keterangan persnya, Senin (18/5/2026).

Sebanyak 55 siswa dan delapan guru mengikuti pelatihan intensif selama satu hari penuh dengan pendampingan tenaga ahli dari internal TBIG. Peserta mendapatkan pemahaman langsung mengenai praktik operasional serta teknologi terkini, termasuk pengenalan dasar teknologi fiber optik.
Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi menegaskan bahwa, pendidikan vokasi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang dinamis. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang siap pakai.
“Kurikulum Unggulan TBIG dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan pembelajaran di sekolah. Kami ingin memastikan siswa memiliki keterampilan yang relevan, khususnya di bidang teknologi fiber optik dan operasional telekomunikasi,” kata Herman.
Ia juga menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen TBIG dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR). Fokus utamanya adalah pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan. (mrn/rds)










