Kudus  

‎Politikus Asal Demak Pimpin PKB Kudus

‎KUDUS, Joglo Jateng – Peta kepemimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus mengalami perubahan signifikan. Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Ida Nur Saadah, resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kudus untuk periode 2026-2031.

‎Penunjukan Ida Nur Saadah cukup mengejutkan karena namanya tidak banyak diperbincangkan dalam proses penjaringan calon ketua.

Politikus asal Kabupaten Demak tersebut bahkan tidak masuk dalam daftar kandidat yang mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kudus.

‎Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai sejumlah nama yang sebelumnya disebut berpeluang memimpin PKB Kudus.

Beberapa tokoh yang sempat digadang-gadang sebagai kandidat kuat antara lain Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Ketua DPC PKB Kudus Mukhasiron, serta Sekretaris DPC PKB Kudus Noor Hadi.

‎Meski demikian, keputusan akhir berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.

Berdasarkan hasil pertimbangan organisasi, DPP menetapkan Ida Nur Saadah sebagai ketua definitif DPC PKB Kudus.

‎Mantan Ketua DPC PKB Kudus, Mukhasiron, membenarkan keputusan tersebut.

Ia menegaskan seluruh kader wajib menghormati dan menjalankan keputusan yang telah ditetapkan oleh DPP.

‎“Sudah diputuskan DPP bahwa calon definitif Ketua PKB Kudus adalah Ida Nur Saadah. Apa yang menjadi keputusan DPP tentu merupakan keputusan terbaik bagi organisasi,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

‎Menurut Mukhasiron, Ida bukan sosok asing di lingkungan PKB. Selain menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, ia juga telah tiga periode menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dan aktif dalam kepengurusan DPW PKB Jawa Tengah.

‎Pengalaman panjang di dunia politik dinilai menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi penunjukan tersebut. Ida juga dianggap memiliki kemampuan membangun komunikasi politik yang luas, termasuk dengan berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat.

‎“Meskipun bukan berasal dari Kudus, beliau memiliki perhatian terhadap perkembangan PKB di Kudus dan mempunyai relasi yang cukup baik dengan berbagai pihak,” katanya.

‎Mukhasiron menilai keputusan DPP juga berkaitan dengan strategi partai menghadapi pemilu mendatang. Kehadiran figur perempuan di posisi ketua dinilai mampu memperkuat basis dukungan dari kalangan perempuan dan generasi muda yang menjadi segmen pemilih potensial.

‎“Pemilih perempuan dan Gen Z menjadi prioritas dan harapan PKB ke depan. Mungkin itu juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan ketua DPC dari unsur perempuan,” ungkapnya.

‎Lebih lanjut, ia menegaskan keberhasilan partai tidak hanya bergantung pada sosok pemimpin, tetapi juga ditentukan oleh soliditas organisasi hingga tingkat bawah.