KUDUS, Joglo Jateng – Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus sebagai ajang memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat.
Selain itu, mereka juga berbagi mengenai potensi unggulan desa kepada masyarakat luas.
Melalui penampilan Sanggar Seni Ismoyo dan pameran inovasi lingkungan, Sidorekso menunjukkan pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan semangat pembangunan dan inovasi.
Penampilan sanggar seni tersebut menjadi salah satu daya tarik yang menyita perhatian pengunjung CFD.
Berbagai kesenian tradisional ditampilkan. Termasuk Tari Getak Rekso yang mengangkat sejarah para perajin gerabah berbahan tanah liat.
Kerajinan tersebut dahulu menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat Sidorekso.
Melalui gerakan yang dinamis dan sarat makna, Tari Getak Rekso menggambarkan semangat kerja keras, ketekunan, serta nilai gotong royong. Nilai-nilai ini diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Kehadiran empat tokoh Punokawan turut menambah semarak pertunjukan sekaligus memperkuat identitas budaya yang dimiliki desa tersebut.
Desa Sidorekso juga memperkenalkan berbagai inovasi pengelolaan sampah melalui TPS 3R Semar Hijau.










