SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melantik 231 aparatur sipil negara (ASN) jabatan fungsional dari formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Mayoritas ASN yang dilantik merupakan tenaga kesehatan yang akan memperkuat pelayanan publik di berbagai instansi di Jawa Tengah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno yang mewakili Gubernur Jawa Tengah dalam pelantikan tersebut, menegaskan bahwa ASN harus memahami perannya sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, status ASN bukan sekadar profesi, melainkan amanah untuk memberikan pelayanan terbaik.
“Saya mengingatkan teman-teman semua, mari kita pahami bahwa menjadi ASN adalah menjadi abdi masyarakat. Tidak ada yang memaksa untuk menjadi ASN,” ujarnya usai pelantikan di Semarang, Kamis (25/6/2026).
“Karena itu, jalankan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat dengan merespons kebutuhan mereka sebaik-baiknya dan penuh keikhlasan,” tambahnya.
Sumarno juga mengingatkan para ASN agar bijak dalam menyampaikan kritik maupun masukan kepada pemerintah. Ia meminta pegawai memanfaatkan jalur birokrasi yang tersedia daripada menyampaikan keluhan melalui media sosial.
“Kalau ingin memberi masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, gunakan saluran yang semestinya melalui atasan secara berjenjang. Dengan begitu, respons yang diberikan juga akan lebih tepat,” katanya.
Di sisi lain, Sumarno mengakui kebutuhan tenaga kesehatan di Jawa Tengah masih cukup tinggi. Dari sekitar 1.000 formasi ASN yang diusulkan tahun ini, sebagian besar dialokasikan untuk tenaga kesehatan, terutama perawat.
Namun, kebutuhan dokter, khususnya dokter spesialis, masih belum terpenuhi di sejumlah rumah sakit daerah. Sehingga sebagian layanan masih ditopang tenaga non-ASN.
“Kalau bicara formasi, sebetulnya semua masih kurang. Tetapi yang paling banyak dibutuhkan memang sektor kesehatan,” ungkapnya.
“Untuk dokter juga masih kurang, terutama dokter spesialis,” imbuhnya.










