Jawa Tengah Optimistis Raih PPD 2026

Bappeda Tunjukkan Inovasi Perencanaan dan Pelayanan Publik

TEGAS: Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat memberikan paparan dalam penilaian PPD Tahap II di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026). (ALLAM MUZHAFFAR/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengikuti Tahap II Wawancara dan Verifikasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ini digelar di Aula Lantai 6 Kantor Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Penilaian ini menjadi bagian dari tahapan lanjutan. Hal tersebut dilakukan setelah Jawa Tengah berhasil lolos tahap penilaian dokumen dan masuk nominasi tingkat nasional.

Penilaian PPD Tahun 2026 meliputi empat aspek utama. Keempatnya yakni kinerja pencapaian pembangunan, kualitas dokumen perencanaan, proses penyusunan dokumen perencanaan, serta program unggulan daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan di wilayahnya dilaksanakan secara terintegrasi. Hal ini melibatkan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

“Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, seluruh kebijakan pembangunan Jawa Tengah harus selaras dengan arah pembangunan nasional,” terang Ahmad Luthfi di Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Karena itu, pihaknya membangun kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya agar pembangunan berjalan berjenjang, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

AKRAB: Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Yusmanto (kiri) saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam penilaian PPD Tahap II di Aula Lantai 6 Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026). (ALLAM MUZHAFFAR/JOGLO JATENG)

Menurutnya, pembangunan Jawa Tengah saat ini difokuskan pada penguatan infrastruktur, ketahanan pangan, peningkatan investasi, dan pengentasan kemiskinan. Termasuk peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik yang semakin mudah diakses masyarakat.

Ahmad Luthfi menambahkan, berbagai capaian pembangunan telah menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi terus meningkat, investasi bertambah, angka kemiskinan menurun, serta akses masyarakat terhadap layanan dasar semakin luas.

“Kami ingin memastikan pembangunan tidak hanya menghasilkan angka statistik yang baik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, seluruh program pembangunan diarahkan untuk secara nyata meningkatkan kesejahteraan warga Jawa Tengah.