Pemkot Semarang Fokus Kesiapan Operasional Sekolah Rakyat Terpadu

TINJAUAN: Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto meninjau Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (HUMAS PEMKOT SEMARANG/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota Semarang mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan operasional menjelang berfungsinya Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang. Persiapan tersebut dilakukan seiring progres pembangunan fisik sekolah yang kini telah mendekati tahap akhir.

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, meninjau langsung lokasi pembangunan SRT pada Rabu (24/6/2026). Dalam kunjungan itu, ia memastikan berbagai sarana utama pendidikan dan penunjang asrama telah terbangun dan siap memasuki tahap penyempurnaan.

Menurut dia, pembangunan fisik SRT saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Sejumlah fasilitas utama seperti ruang belajar, asrama siswa, dapur umum, toilet, hingga masjid telah berdiri dan siap digunakan setelah proses penyelesaian akhir rampung.

“Progresnya sudah sekitar 90 persen. Tinggal penyempurnaan beberapa fasilitas pendukung seperti taman, perlengkapan dapur, dan sarana penunjang lainnya. Kami targetkan seluruh pekerjaan selesai pada Jumat (10/7/2026),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Selain pembangunan gedung, Pemkot Semarang juga mulai menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah kesiapan tenaga pendidik sebelum guru definitif dari Kementerian Sosial ditempatkan.

Handi mengatakan Dinas Pendidikan Kota Semarang diminta menyiapkan guru transisi yang akan bertugas sementara. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan sejak awal tahun ajaran baru tanpa menunggu proses penempatan tenaga pengajar dari pemerintah pusat.

“Terkait guru, kami meminta Dinas Pendidikan menyiapkan guru transisi terlebih dahulu sambil menunggu penugasan guru dari Kemensos. Yang terpenting proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik sejak awal,” katanya.

Sekolah yang dibangun menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di atas lahan seluas 6,5 hektare itu direncanakan mulai digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Pemkot juga memastikan berbagai kebutuhan dasar seperti pasokan air bersih dan tempat tidur bagi siswa sudah tersedia.

SRT nantinya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1 dan 2. Setiap tahun ajaran baru akan menerima masing-masing 90 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA atau total 270 peserta didik.

Untuk memperluas sosialisasi program tersebut, Handi turut mengajak 16 camat se-Kota Semarang melihat langsung progres pembangunan agar dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing. (hfh/gih/rds)