KENDAL, Joglo Jateng – Perpaduan nilai religius dan budaya mewarnai pelaksanaan Merti Desa Pamriyan dalam rangka Napak Tilas Culture Festival ke-3 di Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Sabtu (27/6/2026).
Prosesi Kirab Pusaka Kyai Tunggul berlangsung dengan iringan lantunan selawat Nariyah yang dibaca sepanjang perjalanan.
Kirab diawali penampilan tari Cucuk Lampah yang dibawakan Nimas Kenya Kencana Wungu sebagai pembuka jalannya prosesi.
Seluruh peserta kirab berjalan dengan tertib sambil memanjatkan doa agar Desa Pamriyan senantiasa terlindungi dari berbagai hal negatif.
Kepala Desa Pamriyan, Taufik Rizal mengatakan, seluruh rangkaian kirab merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan pelestarian budaya yang dilaksanakan secara bersamaan.
Menurutnya, doa yang dipanjatkan sepanjang kirab menjadi harapan agar Desa Pamriyan menjadi daerah yang aman, tenteram, dan sejahtera.
“Selama kirab kami berjalan sambil berdoa dengan penuh harapan agar Desa Pamriyan menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi atau baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Taufik, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, tonggak utama Merti Desa Pamriyan tahun ini adalah pelaksanaan khataman Al-Qur’an di 14 titik yang dibacakan oleh 36 hafiz dan hafizah.
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat di lingkungan masjid dan musala sebagai bentuk kebersamaan dalam memohon keberkahan bagi desa.
Sementara itu, Empu Rinto Murdomo menilai penyelenggaraan Merti Desa Pamriyan menunjukkan bahwa budaya dan agama dapat berjalan berdampingan secara harmonis.
Menurutnya, gagasan Kepala Desa Taufik Rizal menjadi contoh bagaimana tradisi lokal tetap lestari tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.
“Pengajian akbar dan kirab pusaka memberikan arti bahwa agama dan budaya bisa bersinergi secara utuh dan damai,” ungkapnya.
“Semoga ke depan keduanya tetap berdampingan sehingga doa-doa yang dipanjatkan dalam kegiatan ini membawa energi positif,” sambungnya.
Empu Rinto menambahkan, kirab pusaka yang mengelilingi desa bukan sekadar tradisi, melainkan sarana memanjatkan doa keselamatan, ketenteraman, penolak bala, serta harapan agar masyarakat memperoleh rezeki dan keberkahan.
Rangkaian Merti Desa Pamriyan ditutup dengan penancapan tiang Asmaul Husna di jalur Napak Tilas di desa tersebut. (ags/gih/rds)










