SEMARANG, Joglo Jateng – DPRD Jawa Tengah meminta pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dievaluasi secara menyeluruh.
Evaluasi dinilai penting untuk memperbaiki berbagai persoalan teknis selama proses pendaftaran sekaligus mengoptimalkan program sekolah mitra.
Hal ini bertujuan agar seluruh calon murid memperoleh akses pendidikan yang layak.
Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Zainuddin mengatakan, masih ditemukan sejumlah kendala dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
Selain gangguan pada sistem pendaftaran daring yang sempat dikeluhkan masyarakat, pihaknya juga menyoroti masih adanya 597 calon murid baru (CMB) yang tidak lolos seleksi di sekolah mitra atau SMA/SMK swasta mitra pemerintah.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian karena berpotensi membuat siswa harus menanggung biaya pendidikan apabila bersekolah di luar skema kemitraan.
“Kalau memang ada kendala teknis pada pendaftaran online, Dinas Pendidikan wajib memperbaikinya agar akses masyarakat lebih mudah,” ujar Zainuddin saat dikonfirmasi ulang, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, persoalan 597 CMB tersebut bukan disebabkan kurangnya daya tampung, melainkan belum optimalnya pelaksanaan program sekolah mitra.
Dari total 5.004 kursi yang disediakan pemerintah, hanya sekitar 3.662 kursi atau 73,18 persen yang terisi.
Karena itu, Dinas Pendidikan diminta melakukan pendampingan aktif kepada siswa yang belum tertampung agar tetap memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan gratis.
“Program sekolah mitra harus dievaluasi. Kalau kuotanya belum terserap, penyebabnya harus dicari supaya tahun depan pelaksanaannya lebih efektif,” tegasnya.
Zainuddin menilai, rendahnya keterisian sekolah mitra menunjukkan masih adanya kesenjangan persepsi masyarakat terhadap sekolah negeri dan swasta.










