Kudus  

All-Stars Kudus Pertahankan Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge 2026

SENANG: All-Stars Kudus sukses mempertahankan gelar juara pasca-menundukkan All-Stars Jakarta melalui drama adu penalti dengan skor 4-3. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – All-Stars Kudus sukses mempertahankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026 setelah menundukkan All-Stars Jakarta melalui drama adu penalti dengan skor 4-3. Pada pertandingan final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Senin (29/6/2026), kedua tim bermain imbang tanpa gol selama waktu normal sebelum Kudus memastikan kemenangan dari titik putih.

Sejak peluit kick off dibunyikan, pertandingan berlangsung sengit. All-Stars Kudus dan All-Stars Jakarta sama-sama menampilkan permainan menyerang dengan mengandalkan transisi cepat dari lini tengah. Kedua tim silih berganti menciptakan peluang, namun disiplin pertahanan membuat tidak ada gol yang tercipta sepanjang babak pertama.

Kudus sempat memperoleh peluang terbaik melalui tendangan bebas Renanthera Aluna Addya Putri pada menit kesembilan. Namun, bola berhasil diamankan kiper Jakarta, Erza Khalifa Sakhi. Empat menit kemudian, Jakarta membalas lewat tendangan bebas Albianca Raula, tetapi eksekusinya masih melambung di atas mistar gawang.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. All-Stars Jakarta mencoba mengancam melalui tembakan jarak jauh, sedangkan Kudus tampil lebih agresif dengan tekanan tinggi yang memaksa lawan bertahan lebih dalam. Namun, perubahan itu tidak mengubah jalannya pertandingan. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0 sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Pada babak tos-tosan, para pemain All-Stars Kudus tampil lebih tenang. Penjaga gawang Queisha Sava Azzalfa menjadi pahlawan setelah berhasil menggagalkan dua tendangan penalti lawan. Kudus akhirnya menang 4-3 sekaligus kembali mengangkat trofi juara.

Queisha mengaku keberhasilan tersebut tidak lepas dari persiapan yang telah dilakukan tim sebelum pertandingan final.

“Tadi pertandingannya memang panas dan sampai adu penalti. Tapi kami sudah fokus dan bekerja keras, akhirnya bisa menjadi juara,” ujarnya.

Pelatih Kepala All-Stars Kudus, Yayat Hidayat mengatakan, keberhasilan mempertahankan gelar merupakan buah dari kerja keras para pemain selama menjalani pemusatan latihan. Menurutnya, kekompakan tim menjadi modal penting menghadapi tekanan sepanjang turnamen.

“Selama ini Indonesia kesulitan mencari bibit pemain sepak bola putri. Dengan adanya MilkLife Soccer Challenge ini sangat membantu menemukan pemain-pemain terbaik. Harapan saya kompetisi ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” katanya.

Program Director MilkLife Soccer Challenge (MLSC), Teddy Tjahjono menilai kualitas kompetisi tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Menurutnya, persaingan antartim semakin merata, sementara dukungan dari sekolah, orang tua, dan berbagai pihak terhadap sepak bola putri juga terus bertambah.

“Penyelenggara akan memperluas cakupan kompetisi pada musim depan dengan menambah kota penyelenggaraan di Jayapura, Garut, serta dua regional baru di Jakarta,” pungkasnya. (adm/rds)