Jepara  

Harga Rumput Laut Kering di Karimunjawa Tembus Rp 19 Ribu

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Jepara, Muh Tahsin. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Harga rumput laut di Kepulauan Karimunjawa tengah berada dalam tren positif. Komoditas andalan pesisir Jepara itu kini dijual hingga Rp 19 ribu per kilogram untuk jenis rumput laut kering.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Jepara, Muh Tahsin mengatakan harga rumput laut basah saat ini berada di kisaran Rp 2.200 per kilogram. Sementara itu, rumput laut yang telah dikeringkan dijual mulai Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu per kilogram.

Menurut Tahsin, Karimunjawa hingga kini masih menjadi sentra budi daya rumput laut terbesar di Kabupaten Jepara. Budi daya komoditas tersebut sudah berkembang sejak 1991 hingga kini.

“Potensi rumput laut Jepara memang paling banyak di Karimunjawa. Budidayanya sudah ada sejak 1991 sampai sekarang,” ujarnya kepada Joglo Jateng, Rabu (15/7/2026).

Saat ini, terdapat sekitar 143 pembudidaya rumput laut di Karimunjawa. Sebagian mengelola lahan secara mandiri, sedangkan sebagian lainnya tergabung dalam 7 kelompok budi daya.

Masing-masing kelompok tersebut beranggotakan sekitar 10 hingga 12 orang. Luas lahan yang dikelola kelompok mencapai sekitar 150 hektare, belum termasuk milik pembudidaya perorangan.

Sebagian besar hasil panen rumput laut dari Karimunjawa dipasarkan ke Jawa Timur sebagai bahan baku industri kosmetik. Dari sana, produk tersebut kemudian diekspor ke China.

Sementara di Karimunjawa sendiri, pemanfaatan rumput laut masih sebatas industri rumahan. Salah satunya seperti diolah menjadi dodol.

Untuk meningkatkan produktivitas, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalankan program modelling budi daya rumput laut. Hingga kini, tiga dari tujuh kelompok pembudidaya telah mengikuti program tersebut dengan cakupan lahan sekitar 42 hektare.

Sedangkan, empat kelompok lainnya masih dalam proses kerja sama. “Kebutuhannya untuk program modelling sekitar 70 hektare,” kata Tahsin.

Dengan adanya program tersebut, kelompok pembudidaya memperoleh pendampingan berkelanjutan. Mulai dari penyediaan bibit, teknik budi daya, penanganan pascapanen, hingga tata cara pengiriman hasil produksi.

Tahsin menilai, prospek budi daya rumput laut di Jepara masih terbuka lebar. Terlebih, muncul rencana pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Jepara.