Disarpus Banjarnegara Gencar Selamatkan Puluhan Naskah dan Dokumen Kuno

ASET: Kepala Bidang Perpustakaan Disarpus Kabupaten Banjarnegara, Masfufatun Juni, menunjukkan beberapa dokumen dan naskah kuno di ruang kerjanya pada Jumat (31/7/2026). (FAJAR ARI WIBOWO/JOGLO JATENG)

BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Banjarnegara gencar melakukan penelusuran, pendataan, serta upaya penyelamatan naskah dan dokumen kuno bersejarah di wilayah setempat.

Langkah ini dilakukan untuk mengamankan memori kolektif daerah dan rekam jejak sejarah lokal dari risiko kerusakan atau kepunahan.

Kepala Bidang Perpustakaan Disarpus Kabupaten Banjarnegara, Masfufatun Juni mengungkapkan, sebagian besar naskah kuno tersebut tersimpan di tangan masyarakat atau keturunan tokoh lokal.

Namun, banyak pemilik yang belum memahami cara pemeliharaan arsip bernilai tinggi tersebut secara tepat.

“Kami menemukan banyak dokumen bersejarah yang sangat berharga. Ada registrasi tanah tahun 1902 beraksara Jawa dan Arab Pegon, peta zaman kolonial, hingga Al-Qur’an berbahan pelepah kayu,” jelas Yuni, sapaan akrab Masfufatun Juni, Jumat (31/7/2026).

“Beberapa di antaranya kondisinya masih sangat utuh, bagus, dan tidak rusak dimakan rayap. Ini kekayaan literasi Banjarnegara yang harus kita selamatkan,” imbuhnya.

Dari hasil penelusuran tim Disarpus Kabupaten Banjarnegara sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, berhasil diidentifikasi puluhan dokumen langka peninggalan awal abad ke-20.

Dokumen tersebut tersebar di beberapa kecamatan, seperti Wanadadi, Klampok, hingga Kalibening.

Temuan tersebut meliputi Peta Wilayah Belanda 1902, dokumen registrasi pertanahan atau Letter C 1902 dan 1904, serta Buku Register Murid Sekolah era 1900-an.

Selain itu, ada juga tujuh mushaf Al-Qur’an kuno tulisan tangan yang menggunakan media kertas daluang atau pelepah kayu.