PATI, Joglo Jateng – Telur dari peternakan lokal diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Pati. Kepastian itu merupakan hasil pertemuan dari tindak lanjut aksi damai Asosiasi Peternak Unggas pada Senin (10/8/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Pendopo Pati itu disepakati harga telur sebesar Rp26.000 per kilogram. Kesepakatan ini akan mulai diberlakukan pekan depan.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyampaikan, kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pihak terkait. Setiap kabupaten dan kota diarahkan memprioritaskan penyerapan telur dari peternak lokal di wilayah masing-masing.
“Mulai minggu depan, apabila masih terdapat SPPG yang tidak mengambil telur dari peternak lokal, maka dapat dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Pati untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Pemkab Pati akan mengawal pelaksanaan kesepakatan tersebut. Koordinator SPPG wilayah Pati juga akan berkomunikasi dengan Asosiasi Peternak Unggas untuk memastikan distribusi dan kerja sama berjalan sesuai kesepakatan.
“Hasil pertemuan ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi seluruh pihak,” ujarnya.
Seluruh kepala SPPG di setiap kecamatan selanjutnya akan diarahkan memiliki satu kesepahaman dalam pengadaan telur dan ayam dari Asosiasi Peternak Unggas Kabupaten Pati. Skema tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut atas aspirasi peternak yang disampaikan pada Minggu (9/8/2026).
Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Peternak Unggas Kabupaten Pati, Ali Gufron mengapresiasi langkah Pemkab Pati yang mempertemukan peternak dengan pihak SPPG. Menurutnya, fasilitasi tersebut membuka ruang komunikasi untuk memastikan hasil produksi peternak lokal terserap lebih baik.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pati dalam menjembatani komunikasi antara peternak dan SPPG,” ucapnya. (lut/rds)










