Termakan Usia, Pipa PDAM Tersumbat

bantuan air bersih dari PDAM Pemalang
RAMAI: Warga desa Bojongnangka berbondong-bondong mengantre untuk mengambil bantuan air bersih dari PDAM Pemalang, Kamis (20/5). (UFAN FAUDHIL / JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Masyarakat Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang mengeluhkan kelangkaan air sejak dua hari lalu karena pipa air PDAM yang seharusnya mengaliri rumah mereka mati. Sementara itu, PDAM Titra Pemalang menjelaskan, penyebab dari matinya keran air ini akibat adanya pipa yang tersumbat karena termakan usia.

Humas PDAM Titra Mulia Pemalang Leroi mengatakan, dari hasil pencarian ditemukan ada satu saluran yang tersumbat yaitu di Jalan Arbei Desa Bojongnanka. Untuk mengatasi kekurangan air bersih pihaknya langsung mengirim bantuan berupa truk tangka air ke masyarakat sekitar yang terdampak.

“Benar kemarin kami mendapatkan keluhan dari masyarakat tentang air PDAM yang tidak keluar dan setelah ditelusuri ada pipa aliran tersumbat,” katanya Kamis (20/5).

Kejadian pipa air PDAM tersumbat ini bukan kali pertama di tahun ini, sudah sejak awal tahun masyarakat sering keluhkan air tidak mengalir. Padahal untuk sekarang hanya air itu lah yang menjadi pemenuh kebutuhan sehari-hari dari minum, memasak sampai untuk mandi.

Leroi menjelaskan permasalahan pipa sambungan atau gatevalve yang tersumbat terjadi karena beberapa telah memiliki usia tua. Hal tersebut menjadikan pipa mengalami korosi dan karatan sehingga pipa yang biasa sebagai pengatur aliran macet serta tidak bisa berfungsi. Maka dari itu, pihaknya akan berusaha untuk mendeteksi semua pipa yang mempunyai usia tua agar segera dilakukan pergantian.

“Pipa gatevalve dengan ukuran enam inci ini mudah terkena korosi dan karatan menjadikan aliran macet dan harus segera diganti bila tidak akan macet serta mengganggu aliran air,” jelasnya.

Salah satu warga Desa Bojongnangka, Surti mengeluhkan tentang tidak keluarnya air di rumah dan membuat ia bingung untuk memenuhi keperluan seperti memasak dan mandi. Hal ini terjadi karena kualitas air tanah di lingkungannya tidak seperti dulu yang bisa digunakan untuk apa saja, namun sekarang air dari pompa keruh dan terkadang mengeluarkan bau tidak sedap jadi tidak bisa dikonsumsi.

“Saya sebagai masyarakat berharap saluran air PDAM ini tidak sering mengalami kerusakan dan membuat mereka kekurangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.(cr8/akh)