REMBANG, Joglo Jateng – Setelah melalui tahap pengosongan, komplek pertokoan Alun-alun Lasem saat ini sudah memasuki tahap pembongkaran. Progres pembongkaran tersebut kini sudah mencapai 50 persen.
Fakhruddin, selaku ketua pelaksanaan pembongkaran atau ketua persiapan pembangunan Lasem Kota Pusaka mengatakan, pembongkaran saat ini sudah mencapai 50 persen. Tetapi yang di bongkar tidak hanya Alun-alun Lasem saja. Bangunan yang di belakang masjid atau yang bekas minimarket nanti juga akan dibongkar.
“Untuk target selesai pembongkaran, komitmen dari bupati bersama kementerian PUPR itu 20 Juli sudah selesai. Sudah rata begitu. Jadi nanti pihak yang mengerjakan sudah bisa melihat kondisi lokasi yang sesungguhnya, apakah sudah sesuai RAB atau belum,” jelasnya.
Fakhruddin menambahkan, hasil bongkaran dari pertokan yang masih mempunyai nilai jual sementara waktu di kumpulkan di gudang milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Rembang. Setelah pembongkaran selesai, pihaknya akan segera melakukan pembangunan.
Sementara itu, setelah pembongkaran dilakukan sejumlah warga melakukan syukuran. Abdullah Hamid, salah satu pengurus masjid mengatakan, acara syukuran sebenarnya tidak secara formal seperti layaknya pada umumnya. Pihaknya hanya mengadakan secara sederhana.
Hamid menambahkan, meskipun syukuran dilakukan secara sederhana namun ada beberapa tokoh yang hadir. Diantaranya H.Abdul Aziz DPRD Jawa Tengah, H. Abdul Muid ketua Takmir Masjid Lasem, H. Mujib ketua MWC NU Lasem, pekerja, dan para pedagang.
“Situasi PPKM darurat ini, kita tidak berani mengadakan acara selamatan secara formal. Yang penting substansinya dapat. Kita undang para pekerja, pedagang, warga serta takmir masjid untuk menikmati degan bersama,”pungkasnya. (cr6/fat)










