JAKARTA, Joglo Jateng – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menutup rangkaian kunjungan kerja dalam rangka penyelesaian kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, ia telah mengunjungi enam provinsi lain. Terhitung sejak akhir September lalu.
Wapres memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan ekstrem bersama Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, dan jajaran pemerintah kabupaten daerah prioritas. Yakni Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sumba Tengah, dan Manggarai Timur.
Ia mengatakan, agar Gubernur NTT dan seluruh bupati/walikota wilayah prioritas untuk dapat bekerja keras. Kemudian memastikan agar seluruh rumah tangga miskin ekstrem mendapatkan seluruh program. Baik program pengurangan beban pengeluaran maupun program pemberdayaan.
“Gubernur dan para bupati agar juga memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD, khususnya yang sesuai dengan karakteristik miskin ekstrem di wilayah masing-masing,” katanya dalam keterangan dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Wapres (Setwapres), Minggu (17/10).
Dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan hingga akhir tahun, Pemerintah akan memberikan bantuan tambahan. Yaitu berupa uang tunai untuk rumah tangga miskin ekstrem.
“Akan disiapkan bantuan berupa tambahan uang tunai, khusus untuk rumah tangga miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas di NTT dengan menggunakan data yang sekarang tersedia,” ujarnya.
Bantuan berupa dana tambahan tersebut dianggarkan Pemerintah dalam bentuk Program Sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Total penduduk miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas di NTT tersebut sebanyak 212.672 jiwa dengan jumlah rumah tangga miskin ekstrem 89.410.
Rincian penduduk miskin ekstrem tersebut diantaranya di Sumba Timur sebanyak 45.550 jiwa atau 17,47 persen, Timor Tengah Selatan sebesar 81.180 jiwa atau 17,30 persen, dan Rote Ndao sejumlah 28.720 jiwa atau 16,21 persen. Kemudian, di Sumba Tengah sebanyak 15.820 jiwa atau 21,51 persen, serta Manggarai Timur sebesar 44.630 jiwa atau 15,43 persen.
Selain NTT, enam provinsi lain yang menjadi daerah prioritas untuk penyelesaian kemiskinan ekstrem pada tahun ini ialah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua. (ara/ern)










