BATANG, Joglo Jateng – Krupuk kulit ikan menjadi salah satu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang cukup maju di Kabupaten Batang. Sentra produksi krupuk kulit ikan yang berada di Proyonangan Utara, Kecamatan Batang ini berkembang dengan pesat.
Pemilik usaha krupuk kulit ikan Yesi (35) menjelaskan, memulai usahanya 5 tahun lalu. Awal mula memulai usaha tersebut justru dari ketidaksengajaan.
“Dulu pak-de saya punya ikan asin. Tapi kulitnya bingung mau diapain ya, kemudian coba saya bumbui. Ternyata kok enak, saya titipkan ke warung juga pada berminat, ” terangnya.
Ia menuturkan, menggunakan kulit ikan buntal. Akan tetapi karena sulit di dapat, ia beralih ke kulit ikan remang. Pihaknya mendapatkan bahan baku kulit ikan remang dari Indramayu.
“Saya masih bikin yang ikan buntal kalau ada bahannya. Tapi sekarang lebih fokus ke ikan remang, karena ini kan mudah dapat stok besarnya,” jelasnya.
Ia mengatakan, dalam sehari bisa memproduksi 4-5 kg kulit ikan remang. Proses produksi mulai dari pemotongan hingga pengemasan dilakukan sendiri bersama dengan seorang karyawan.
“Ini dipotong-potong, lalu dibumbui dulu baru dijemur. Setelah kering kita goreng,” tuturnya saat menjelaskan proses pembuatan krupuk kulit ikan.
Lebih lanjut, mulanya ia hanya membuat bungkusan kecil-kecil untuk dijual di warung-warung sekitar. Sekarang krupuk kulit ikannya sudah dikemas dengan rapi dan diedarkan ke gerai oleh-oleh hingga ke luar kota.
“Kita jual ke toko oleh-oleh dari Batang hingga Pekalongan. Rest area Gringsing, outlet Boyolali, Sidoarjo, dan Malang juga,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu yang mendukung produknya cepat berkembang adalah krupuk kulit ikan miliknya sudah memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Sertifikat Halal. Pihaknya mendapatkan kemudahan dengan mengurus sertifikasi halal di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kabupaten Batang.
“Untuk Sertifikat Halal baru keluar 9 Oktober 2020 Kamis (28/10). Itu kita dapat fasilitasi dari Disperindagkop,” ungkapnya.
Saat ini, Yesi akan melebarkan sayap usahanya dengan menjual produk kripik kulit ikan di gerai waralaba yang banyak tersebar di Batang. Harga jual kulit ikannya berkisar Rp30.000 per kemasan ukuran 100 gram.
Saat pandemi usahanya sempat mengalami penurunan omset. Karena gerai oleh-oleh dan rest area tidak beroperasi. Akan tetapi saat ini usahanya sudah mulai bangkit kembali. “Kamis (28/10) pandemi ya turun, tapi sekarang sudah mulai ramai lagi,” pungkasnya. (cr1/all)










