Pati  

Sarbumusi Jangkau Pekerja Sektor Informal

DPC Sarbumusi Pati
DEKLARASI: Setelah vakum puluhan tahun, DPC Sarbumusi Pati mendeklarasikan kebangkitannya kemarin di Aula PCNU, Kamis (28/10). (ACHWAN / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Pati mendeklarasikan kebangkitannya di Aula Kantor PCNU pada Kamis (28/10). Tak hanya pekerja formal di pabrik atau perusahaan besar, konfederasi buruh muslim ini juga menjangkau pekerja sektor informal.

Ketua DPC Sarbumusi Kabupaten Pati Husaini menyatakan, organisasinya sempat tiarap puluhan tahun akibat tekanan dari pemerintah orde baru. Namun organisasi yang merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) ini bangkit kembali sejak masa reformasi.

“Sarbumusi sebenarnya sudah ada sejak lama di Pati. Basisnya dulu berada di Pati Utara. Yang dianggotai buruh pabrik gula. Namun pada masa orde baru keberadaan mereka menjadi ancaman. Sehingga harus diberangus. Kami menyatakan telah kembali bangkit untuk memperjuangkan hak para buruh mulai hari ini dan seterusnya,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Ia menyebut momen deklarasi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda menjadi pelecut baginya untuk bergerak memperluas basis anggota. Saat ini yang tergabung tidak hanya buruh dari sektor formal, tetapi juga informal yang tak bernaung dalam satu perusahaan tertentu.

Dari pengalangan basis yang dilakukannya, ia menyebut sebanyak 80 persen buruh di Kabupaten Pati merupakan warga NU. Ini basis besar yang harus menjadi perhatian Sarbumusi.

Sebab, pergerakan organisasi ini berada di bawah naungan NU. Bahkan pihaknya siap melakukan kerja-kerja advokasi mengakomodir pada petani, nelayan, guru TPQ dan lain-lain di sektor informal.

Husaini menambahkan persiapan dalam membangkitkan kembali serikat buruh yang kini ia pimpin sudah berlangsung satu tahun. Saat ini pihaknya telah mempunyai 7 basis di berbagai bidang.

Pihaknya juga berencana akan berkomunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk berkoordinasi dan memperkenalkan basis anggotanya. “Kami bukan organisasi yang baru lahir. Karena itu, kami berkomitmen untuk kembali membesarkan Sarbumusi melalui perjuangan buruh seperti seharusnya,” imbuhnya. (ahw/fat)