DEMAK, Joglo Jateng – Anjloknya harga bawang yang merugikan petani saat musim panen mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya, Ketua DPRD Demak, Sri Fahruddin Bisri Slamet (FBS).
Ia mengatakan, sampai saat ini belum ada cara sistematis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak terkait anjloknya harga bawang merag. Bahkan, petani bawang merah akhir-akhir ini selalu merugi di setiap musim panennya.
“Ini kan perlu disikapi yang baik. Kalau bawang merah harga rendah terus ASN disuruh beli dan sebagainya. Ini kan mengatasi masalah dengan instan, artinya perlu dipikirkan jangka panjangnya, gimana persoalan ini tidak terjadi tiap tahun,” katanya di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Demak, Rabu (24/11).
FBS mengungkapkan, sudah kita kehatui bersama bawang merah di Demak merupakan salah satu komoditas tanaman unggulan. Bahkan salah satu sentra penghasil bawang merah terbesar, berada di Desa Pasir, Mijen dengan luasan tanam sekitar 600 hektare.
“Ini harus diatasi bersama, tidak bisa secara parsial. Jadi solusinya apa, tentu dengan sesuai kewenangan masing-masing,” ungkapnya.
Ia menilai, upaya ASN untuk membeli bawang merah di saat harga anjlok merupakan langkah baik. Hal ini untuk menggairahkan minat beli masyarakat terhadap bawang merah. Tetali, hal tersebut belumlah cukup. Harus ada langkah bersama yang harus disepakati dan dijalankan bersama.
“Itu bagus, tapi kan kalau harga bawang merah anjlok terus terjadi setiap tahun gimana? Harus ada langkah kongkrit baik dari Pemkab atau dinas terkait,” tandasnya. (aji/gih)










